Ibu metropolitan

Kejadian ini terjadi pada saat menemani anak saya liburan di Jakarta. Sebenarnya tidak terlalu menarik, uapi sebagai ibu, dua pemandangan ini mengganggu pikiran saya, sehingga saya mencoba menulisnya…

Peristiwa I

waktu itu saya sedang mengantri di Toilet Pondok Indah Mall. Ada seorang balita yang dipegang pengasuh, karena dia menggunakan seragam Baby Sitter,ikut ngantri di toilet sebelah saya. Anak balita perempuan itu begitu lincah dan berjalan kesana-sini dan dipegangi oleh sang pengasuh. Ibu sang anak dengan manisnya bersandar didinding toilet tanpa sedikitpun memandang atau berkomentar lucu pada anaknya, sang pengasuhlah yang terus bercanda dengan sang anak. Ibu anak tersebut lebih rela memegang tas anaknya dari pada memegang atau menatah anaknya yang lincah tersebut.

lalu saya berpikir, bukankah momen seperti itu, adalah saat terbaik kita memegang dan menyentuh anak kita. Saya mengerti, bahwa fungsi pengasuh anak adalah mengurus segala tetek bengek tentang anak, tapi tentulah pada saat kita tidak punya waktu atau pada  saat kita punya kegiatan yang tidak bisa diwakili oleh orang lain, misal bagi wanita bekerja atau yang punya anak balita lebih dari satu.

Tapi peristiwa yang mengganggu mata dan pikiran saya ini terjadi pada saat ngantri di toilet, dan sang ibu sedang tidak melakukan kegiatan apapun….

Saya marah dan juga sedih…

Peristiwa II

Makan malam di lesehan di Rumah makan mang engking, Depok Jakarta. Ada sebuah keluarga makan di sebelah lesehan di tempat kita duduk. Keluar tersebut terdiri dari bapak, ibu, anak perempuan berusia 7 tahun dan seorang anak laki-laki kira 2 tahunan, gak lupa Baby sitternya. Pada saat mereka makan sang bocah laki-laki sedang tidur. Pada saat sang bocah bangun,bocah tersebut menangis, sang pangasuh memberhentikan makannya, lalu segera menggendong anak tersebut,anak tersebut masih terus menangis. Lalu sang bapak memberhentikan makannya dan menggendong anaknya.

yang menarik adalah sang ibu, sama sekali tidak memberhentikan makannya, bahkan mengangkat kepalanyapun tidak, atau sekedar bilang,….cup…cup..cup  diam ya nak, mami sedang makan kepala ikan…atau apalah….gak juga…akhirnya sang pengasuh membawa anaknya menjauh agar sang mami tidak terganggu makannya..

Saya jadi bengong…kok bisa sih..kok bisa ya…apa gak ada …..aduh gak ngerti deh mo nulis apa…pokoknya aneh aja…kok bisa ya…

Mungkin klo saya  dinobatkan jadi ibu metropolis dan dibayar dengan uang jutaan, tapi harus mau dan mampu bersikap demikian, saya sumpah deh akan menolak mentah-mentah….

Sentuhan mereka, kulit mereka yang lembut, tatapan mata mereka…genggaman lembut memegang jari  kita, serta ciuman suci dari bibir mereka ingin terus melekat di tubuh ini..

Apakah kedua ibu tersebut, tidak menginginkannya…atau mereka ?????????????????????????????????????????? tanda tanya sebanyak inilah yang ada di benak saya…

 

Salam Penuh cinta buat anak-anakku di seluruh jagat…Terutama buat anak-anaku di Palestina…Kupanjatkan doa selalu buat kalian semua.

Iklan