<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Lusi Novianti Weblog's</title>
	<atom:link href="http://lusinovianti.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://lusinovianti.wordpress.com</link>
	<description>Be Smart, Be Wise and Be Patient</description>
	<lastBuildDate>Mon, 09 May 2011 06:06:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='lusinovianti.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Lusi Novianti Weblog's</title>
		<link>http://lusinovianti.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://lusinovianti.wordpress.com/osd.xml" title="Lusi Novianti Weblog&#039;s" />
	<atom:link rel='hub' href='http://lusinovianti.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Sleeping With Enemy</title>
		<link>http://lusinovianti.wordpress.com/2010/01/16/sleeping-with-enemy/</link>
		<comments>http://lusinovianti.wordpress.com/2010/01/16/sleeping-with-enemy/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Jan 2010 09:44:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>che11</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lusinovianti.wordpress.com/2010/01/16/sleeping-with-enemy/</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah kalian melihat kecurangan tapi kalian harus tutup mulut, karena janji yang telah kalian ucapkan&#8230; Apa yang sebaiknya dilakukan bila ketidak adilan ini hanya terjadi pada kami, wanita&#8230;.bacalah kisah ini.. &#160; Kisah satu&#8230;. Pria berusia, 48 tahun, menderita penyakit kelamin, akibat melakukan hubungan sexual dengan wanita yang di bayar diluar sana. Hal ini tidak akan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lusinovianti.wordpress.com&amp;blog=4355717&amp;post=52&amp;subd=lusinovianti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Pernahkah kalian melihat kecurangan tapi kalian harus tutup mulut, karena janji yang telah kalian ucapkan&#8230;</p>
<p align="justify">Apa yang sebaiknya dilakukan bila ketidak adilan ini hanya terjadi pada kami, wanita&#8230;.bacalah kisah ini..</p>
<div id='extendedEntryBreak'></div>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify"><em><strong>Kisah satu&#8230;.</strong></em></p>
<p align="justify">Pria berusia, 48 tahun, menderita penyakit kelamin, akibat melakukan hubungan sexual dengan wanita yang di bayar diluar sana. Hal ini tidak akan membangkit marah di dalam dada, jika dia datang untuk mengobati penyakit, dan segera bertobat. Tidak. Yang membuat dada saya bergemuruh marah adalah, dia telah melakukan hubungan sexual dengan istrinya, sebelum penyakitnya disembuhkan dan saat itu istrinya sedang hamil usia 3 bulan&#8230;.dia melakukannya dengan sengaja dan dia tahu saat itu dia sudah terkena penyakit kelamin&#8230;.laki laki itu membuat dada saya bergemuruh marah. Dengan wajah yang di sendukannya dia meminta saya, yang notabene mengenal istrinya, untuk tidak bilang bilang ke istrinya&#8230;&#8230;ppfffhhh</p>
<p align="justify">Tidak lama saya mendengar, istrinya keguguran&#8230;dan saat saya menulis kisah ini, peristiwa diatas sudah terjadi 2 tahun yang lalu&#8230;kisah ini menjadi hangat kembali dalam pikiran saya, karena saya&nbsp; mendengar, istrinya baru saja histerektomi (pengangkatan rahim),karena tumor dalam kandungannya setelah perdarahan hebat dari kemaluannya selama sebulan&#8230;.</p>
<p align="justify">so&#8230;.., hanya marah yang ada di dalam dada saya, dan sedih melihat nasib perempuan.</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify"><em><strong>Kisah kedua</strong></em></p>
<p align="justify">Perempuan dewasa, 42 tahun, dia menikah usia lanjut, 40 tahun, dengan perjodohan. Sampai disini wajarkan&#8230;.yang tak wajar adalah, dua tahun menikah wanita ini tidak mempunyai anak dan terus menerus terjadi perdarahan dari vaginanya&#8230;ntah kenapa, saya bertanya, <em>apakah suami mbak, sehat</em>?? dia tidak mengerti akan pertanyaan saya. Maksud saya, <em>apakah alat kelamin suami mbak sehat&#8230;..?</em></p>
<p align="justify">Disini dia terdiam. Dia tak tahu, alat kelamin pria yang normal bagaimana. Dia tidak pernah melihat, yang lain, kelamin dewasa selain yang suaminya miliki. Akhirnya dengan pelan dan santun saya menjelaskannya&#8230;tahukah anda apa yang dia katakan&#8230; <em>Tidak begitu bu</em>&#8230;<em>yang suami saya miliki, penuh dengan bekas hitam, bekas luka, ada juga benjolan kecil, dan pokoknya gak seperti yang ibu bilang itu&#8230;&#8230;</em>itu sebuah pertanda, bahwa pria itu pernah, atau sedang mengalami penyakit kelamin yang berat dan tidak diobati sempurna&#8230;..dan sayangnya perempuan itu tak mengerti&#8230;.</p>
<p align="justify">Suami mbak, dulu kerja apa&#8230;.tertunduk dia menjawab, <em>preman</em>&#8230;.<em>saat di jodohkan saya terima saja bu, saya gak lihat yang lainnya, apa lagi &#8220;itu&#8221; bu&#8230;.</em></p>
<p align="justify">Oh Tuhan&#8230;..</p>
<p align="justify">Sampai sekarang saya tidak tahu kemana wanita itu&#8230;obrolan tadi saat saya sedang antri disebuah bank di kota saya, dan dia sengaja duduk di dekat saya karena mengenal&nbsp; saya sebagai&nbsp; dokter&#8230;&#8230;</p>
<p align="justify">Kisah ketiga&#8230;&#8230;</p>
<p align="justify">Wanita muda, 20 tahun, dua minggu sebelum dia datang ke praktek saya, saya menghadiri undangan pernikahannya. Dia tampak bahagia dan cantik di pelaminan itu&#8230;.</p>
<p align="justify">Tapi, dua minggu sesudah pernikahannya dia datang, dengan panas tinggi, jalan yang terlihat menahan sakit dan pucat&#8230;.tahukah anda apa yang terjadi&#8230;&#8230;</p>
<p align="justify">Wanita itu tertular penyakit kelamin yang sedang akut&#8230;kelaminnya penuh dengan benjolan kecil, sebesar kepala jarum dan perih, (maaf) mengenakan pakaian dalampun dia tak bisa, karena sakit&#8230;.dia, ibu nya tak tahu itu karena apa&#8230;lalu saya bertanya, <em>apakah benjolan ini ada dikelamin suami kamu ?</em>&#8230;&#8230;dan dia hanya <em>mengangguk&#8230;.</em>menahan sakit dia menjawab, <em>sejak malam pertama bu</em>&#8230;..</p>
<p align="justify">Marah&#8230;.kesal&#8230;..memaki suaminya dalam hati&#8230;.teganya kamu&#8230;.istri yang lugu dan naif, kamu tularkan penyakit kelamin sejak pertama sekali kamu menyentuhnya&#8230;&#8230;.</p>
<p align="justify">Kejam&#8230;&#8230;</p>
<p align="justify">Sebagai seorang wanita, saya merasa ini sangat tidak adil bagi kami. Banyak kaum wanita yang sama sekali tidak mengetahui, apakah pasangannya mempunyai kelamin yang sehat atau prilaku seksual yang sehat. Kami, sebahagian wanita, membanggakan pasangan kami, dan menganggap pasangan kami jujur, dan tulus mencintai&#8230;tapi nyatanya&#8230;..</p>
<p align="justify"><strong><em>Dont try this at home</em></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lusinovianti.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lusinovianti.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lusinovianti.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lusinovianti.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lusinovianti.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lusinovianti.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lusinovianti.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lusinovianti.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lusinovianti.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lusinovianti.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lusinovianti.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lusinovianti.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lusinovianti.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lusinovianti.wordpress.com/52/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lusinovianti.wordpress.com&amp;blog=4355717&amp;post=52&amp;subd=lusinovianti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lusinovianti.wordpress.com/2010/01/16/sleeping-with-enemy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4ec832b7df372c9581a73d60013bd360?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">che11</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Minah&#8230;..oh&#8230;.Minah&#8230;&#8230;</title>
		<link>http://lusinovianti.wordpress.com/2009/11/29/minah-oh-minah/</link>
		<comments>http://lusinovianti.wordpress.com/2009/11/29/minah-oh-minah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 11:17:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>che11</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lusinovianti.wordpress.com/2009/11/29/minah-oh-minah/</guid>
		<description><![CDATA[&#160;&#160;&#160; Cerita ini saya kisahkan kembali melalui tulisan. Agar dapat tercerna dengan baik dan dikaji bagi yang berkepentingan, untuk mencari jalan keluar bersama-sama, sehingga tidak ada lagi korban seperti Minah (nama disamarkan) dan kita tidak lagi saling menyalahkan&#8230;.. &#160;&#160;&#160;&#160; Sebutlah seorang Minah, gadis 18 tahun, yang di sekolahkan orang tuanya di akademi kesehatan di sebuah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lusinovianti.wordpress.com&amp;blog=4355717&amp;post=50&amp;subd=lusinovianti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">&nbsp;&nbsp;&nbsp; Cerita ini saya kisahkan kembali melalui tulisan. Agar dapat tercerna dengan baik dan dikaji bagi yang berkepentingan, untuk mencari jalan keluar bersama-sama, sehingga tidak ada lagi korban seperti Minah (nama disamarkan) dan kita tidak lagi saling menyalahkan&#8230;..</p>
<p align="justify">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Sebutlah seorang Minah, gadis 18 tahun, yang di sekolahkan orang tuanya di akademi kesehatan di sebuah kota yang jauh dari tempat tinggal orangtuanya. Minah, gadis cantik, putih, dan berbadan kecil, dilahirkan dari seorang pensiunan karyawan pabrik karet yang tidak ternama, sedangkan ibunya seorang penjual gorengan, pinggir jalan, yang pembelinya tak lebih dari 10 orang sehari, dan usaha itulah yang membantu uang pensiunan ayah agar cukup untuk membiayai sekolah Minah, dan Minah pun menjadi mahasiswa yang nilainya tak terlalu buruk, bahkan masuk 10 besar.</p>
<p align="justify">&nbsp;&nbsp;&nbsp; Tahun kedua Minah menjadi mahasiswa, layaknya remaja yang lain, Minah pun jatuh cinta, Minah tidak saja jatuh cinta, namun Minah juga di jatuhi banyak cinta, tapi Minah hanya jatuh cinta pada satu orang. Pria yang beruntung itu bernama somad (bukan nama sebenarnya). Somad gagah, terlihat baik, (<em>biasalah pria jatuh cinta, memang biasanya berubah menjadi baik banget</em>&#8230;&#8230;.) dan pengangguran&#8230;..namun Minah yang lugu terpesona pada laki laki yang menurutnya baik ini, karena menurut Minah, dia mau melakukan apa saja buat Minah, (<em>standard laki laki, buat ndapetin cewek,&nbsp; biasanya dia rela melakukan apapun</em>&#8230;.) dan Minah pun benar benar jatuh cinta&#8230;..</p>
<p align="justify">Minah&#8230;.oh&#8230;.. Minah&#8230;&#8230;</p>
<p><span id="more-50"></span>
<p align="justify"></p>
<p align="justify">&nbsp;&nbsp;&nbsp; Minah sedang jatuh cinta. Setiap hari Minah selalu mencuri waktu keluar dari asrama buat ketemu Somad. Somad pun menunjukan kejantanannya, Somad rela menunggu berjam jam agar dapat bertemu Minah, dan bila Minah harus membuat Somad menunggu dua jam, Somad tak pernah cemberut apalagi marah, Somad yang baik&#8230;.Minah tak bisa lagi lepas dari Somad, apalagi Somad mengenalkanya pada ibunya, Minah tersanjung. Ibu Somad seorang janda, yang juga mencari nafkah buat anak anaknya. Minah tidak pernah tahu apa pekerjaan ibu Somad. Ho&#8230;ho&#8230;ho&#8230;itu tak penting, yang penting Somad jangan pergi darinya. Rupanya ibu Somad menyukai Minah, Minah pun seneeeeng banget, dan Minah makin seneng, ketika setiap kali Minah datang, ibu Somad selalu punya alasan untuk meninggalkan rumah. Somad dan Minah makin membiru, ntah cinta, ntah nafsu&#8230;.hingga Minah tak lagi datang hanya sore hari, Minahpun boleh menginap&#8230;..Minah&#8230;oh&#8230;.Minah&#8230;..</p>
<p align="justify">&nbsp;&nbsp;&nbsp; Minah lupa, tangan ibunya yang selalu terkena percikan minyak, ayahnya yang tak sanggup lagi beli susu penguat tulang, dari uang pensiunan karena takut tak cukup buat uang sekolahnya, tapi Minah tak ingat itu, Minah sedang asyik, minum candu asmara, Minah hanya tahu Somad dan Somad, dan indahnya saat berdua dengan Somad, dirumah Somad, diranjang Somad yang tua, yang setiap kali berderik, setiap kali mereka berdua diatasnya&#8230;Teman sekamar Minah juga sudah menasehati, agar Minah jangan sampai menginap dirumah Somad, karena takut Minah hamil. Dan layaknya orang mabuk, Minah hanya mendengar, tapi tak tahu apa yang di dengar, apa maksudnya, dan apa gunanya buat dia. Dan Minah memang benar benar mabuk&#8230;&#8230;.</p>
<p align="justify">Minah&#8230;.oh Minah&#8230;..</p>
<p align="justify">&nbsp;&nbsp;&nbsp; Semester Akhir kuliah sudah di masukin, semua mahasiswa harus memasukan judul karya tulis masing masing, dan di antara teman sekelompok, judul karya tulis Minah yang paling awal di setujui, yaaah, Minah memang cerdas. Minah sibuk membuka buku untuk memulai menulis karya tulisnya, sampai dia tiba tiba ingat sesuatu. Tuhan, aku belum datang haid sudah 2 bulan&#8230;&#8230;Minah terkejut, namun kemudian dia tenang kembali, dan mulai menulis lagi. Minah pikir, besok dia akan menguji urinnya, dia tahu caranya, apa yang harus dia takutkan. Sepertinya ga mungkin akan hamil, karena hanya beberapa kali saja (kali ini Minah salah&#8230;&#8230;).</p>
<p align="justify">&nbsp;&nbsp;&nbsp; Minah menguji urinnya, untuk memastikan dia hamil atau tidak, Minah terkejut, dia hamil. Minah ke rumah Somad dan menceritakan kehamilannya. Somad hanya diam, ibu Somad pura-pura tak mendengar, tiba tiba ibu Somad pulang kampung, ada urusan keluarga katanya. Somad, tak nampak mengambil keputusan apapun, Somad tak nampak bingung, apalagi sedih, namun juga tak bahagia. Minah sendiri sekarang, sekolah hanya tinggal beberapa bulan lagi. Minah, tak lagi butuh Somad untuk mengambil keputusan, dia akan menggugurkannya sendiri. Aku harus selesai sekolah, bayi ini akan aku gugurkan, harus ada yang di korbankan, tapi itu bukan ayah dan ibu, juga bukan sekolah ku&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p align="justify">&nbsp;&nbsp; Mulailah Minah melakukan usaha pengguguran kndungannya. Teman satu kamar nya hanya diam dan menyaksikannya. Minah keras hati, dia tidak mengeluh sakit atau minta bantuan temannya. Dia menyuntikan sendiri obat ke tubuhnya, dia minum segala pil yang di rekomendasikan padanya. Teman kos, yang sibuk mengetik tidak menggurangi aktivitasnya juga tak membantu, dia sibuk dan dia yakin Minah bisa. Hari demi hari dia berharap kandungannya akan gugur, karena usaha yang di lakukannya kemarin, namun hari terus berjalan cepat, dan usia kehamilan juga bertambah,kehamilannya memasuki usia 4 bulan. Minah tak putus asa, dia menanyakan di mana dukun yang sanggup membantunya menggugurkan kandungannya. Dia mendapatkannya. Dia mengajak teman sekamarnya untuk menemaninya ke dukun tersebut, karena kasihan melihat Minah temannnya pun mau menemani Minah. Pergilah mereka ke rumah dukun tersebut, tempatnya sangat jauh, namun Minah terus meyakinkan temannya, kali ini saja dia minta bantuan, besok tak kan lagi. Temannya hanya tersenyum, ntah senyum sedih, kasihan atau sadar kok aku mau ya nemaninya&#8230;..Di dalam ruang kerja mbah dukun, sang teman tidak mau masuk, gak tega dan gak berani, masuklah Minah sendiri, Minah tak tampak takut sedikitpun. Sang teman menunggu di luar, dia mendengar jeritan Minah yang sangat kesakitan, jerit yang menyayat kalbu, hampir saja teman itu menangis sendiri, demi mendengar jeritan itu&#8230;.. Tak lama, Minah keluar dengan pucat dan menahan sakit, sakit sekali&#8230;..Minah menceritakan, bahwa dukun tersebut memasukan tangannya ke kemaluannya dan ntah apa yang di lakukan hingga darah pun keluar. Minah sakit namun lega, karena mbah dukun bilang telah berhasil mengeluarkan janinnya, rasa sakit itu, ambangnya mulai berkurang, dan Minah tidak tampak lemah, saat kembali ke kos an yang cukup jauh&#8230;..</p>
<p align="justify">&nbsp;&nbsp;&nbsp; Rasa sakit tidak hilang dengan mudah, setiap malam Minah kesakitan, Minah tak tahu asal sakit itu, dari perutkah, vagina kah, atau dari badannya. Teman sekamar hanya membantu memijit tubuhnya yang kesakitan. Rasa sakit membuatnya lupa akan hari,dan kehamilan pun bertambah usianya, 5 bulan. Minah berpikir mungkin sudah gugur, hanya saja belum lahir. Minah menunggunya, hingga kehamilannya makin besar. Minah lalu takut sekolah tahu, teman teman tahu, dia pasti akan malu. Mungkin malu bukan lagi masalah, apalah malu, namun, andaikan dia harus dikeluarkan dari sekolah, itu yang ia tidak sanggup, tak sanggup menatap wajah ayah dan ibu, betapa hancurnya mereka&#8230;..hanya Tuhan yang tahu&#8230;..Minah membeli baju panjang, dan menggunakan jilbab atau kerudung untuk menutup kehamilannya dari siapapun, kecuali teman sekamarnya&#8230;.</p>
<p align="justify">&nbsp;&nbsp;&nbsp; Minah memang cerdas, dia tak mau menunggu lama, mungkin saya harus ke dokter spesialis kandungan, untuk melihat kandungan saya, dan untuk memastikan kehamilannya telah gugur, pada saat mbah dukun melakukan kerjanya dan membuatnya sangat sakit waktu itu. Teman sekamarnya, kali ini dengan iklas menemaninya, hatinya sama hancurnya dengan Minah, dia bisa merasakan apa yang di rasakan Minah, dia tahu sakitnya, dia dengar Minah menjerit, dia dengar Minah mengerang, menangis menahan sakit. Tidak, dia tak mau meninggalkan Minah sendiri. Dia menemani Minah ke dokter, seperti biasa, Minah masuk seorang diri, dia hanya menunggu di luar. Hanya 20 menit Minah di dalam, dan dia melihat Minah keluar dari pintu, dan tiba-tiba&#8230;&#8230;.gubraaaaaak&#8230;..Minah jatuh pingsan di hadapan temannya, diruang tunggu, teman&nbsp; melompat kaget dan panik&#8230;.Minaaaaah, jeritnya dalam hati. Dia berlari mencari sebotol air mineral, berlari ke tepi jalan memanggil taxi, dan meminta tolong keluarga pasien lain untuk membopong Minah ke&nbsp; taxi. Di taxi Minah menangis&#8230;..dia siuman beberapa saat yang lalu, Minah menggengam tangan temannya, temannya merasakan tangan itu dingin sekali, es, lebih dingin dari es. Sang teman tak sanggup menggenggam tangan itu, dingin, menakutkan, mengiris hatinya namun ia tak kuasa juga melepaskannya, Minah membutuhkannya, mereka berdua menangis. Ternyata kehamilannya masih berlangsung dan berusia 8 bulan.</p>
<p align="justify">Minah&#8230;oh&#8230;Minah&#8230;&#8230;</p>
<p align="justify">&nbsp;&nbsp;&nbsp; Kali ini, Minah berusaha lagi, ke rumah seorang bidan. Dia mendengar, bidan tersebut memang ahli menggugurkan. Biayanya cukup mahal, namun pasti berhasil. Dia mencari Somad. Somad biasa saja, dan dengan polos Somad bilang, dia tak punya uang. Minah tahu Somad tak bohong, Somad memang tak punya uang. Minah menjual segala yang bisa di tukar dengan uang, Hp,buku, bahkan semua perhiasannya. Mereka berdua menuju rumah bidan yang di maksud, seperti biasa sang teman hanya menunggu di luar, dan kali ini jeritan Minah, tidak saja mengiris kalbu, namun menggetarkan bumi&#8230;.temannya merasa tak hanya dia yang takut, semua pohon, padi yang ada di sekitar itu, tak sanggup mendengarnya, teman berlari menjauh, dia tak sanggup mendengarnya, dia menutup telinganya, teriakan itu begitu mengiris&#8230;pelan, tajam&#8230;..namun melukai sangat dalam. Di perjalanan Minah bercerita, bahwa tadi sang bidan memasukan benda keras ke dalam vaginanya, namun sebelumnya Minah di haruskan meminum 30 pil sekaligus, sekali telan. Minah melakukannya. Temannya melihat, Minah tetap tegar, tak ada sisa jeritan sakit tadi di wajah Minah. Teman tak tahu, Minah jujur atau hanya tak ingin dia ikut merasakan kesakitan itu&#8230;.</p>
<p align="justify">&nbsp;&nbsp;&nbsp; Tepat pukul dua dini hari, dari kamar mandi, temannya mendengar Minah menjerit, temaaaaan, tolong jeritnya&#8230;melompat sang teman dari tempat tidurnya, dan Ya Allah, dia melihat sesosok bayi di lantai kamar mandi. Minah mengangkatnya, dan sang teman membantu Minah ke tempat tidur. bayi itu, laki laki yang sempurna, tidak ada kecacatan sedikitpun. dan bayi itu telah tiada. Teman itu tak sanggup mengahadapi sendiri, dia memanggil seorang teman lagi, mereka harus membawanya ke bidan, karena plasenta belum lahir. mereka berdua melekatkan bayi itu di tubuh Minah, dan melilitkannya dengan selendang, lalu menutup tubuh Minah dengan baju besar. mereka harus mencari bidan yang jauh dari asrama, karena takut akan ketahuan yang lain. Taxi, malam dingin itu tak ada, didingin malam itu, terasa menusuk ke tulang, di dalam becak dayung yang di kayuh lambat, menuju bidan yang jaraknya 4 km.&nbsp; Teman itu memandang wajah Minah, Minah hanya diam tak bersuara, tak berkata, mengaduhpun tidak&#8230;. Minah&#8230;oh&#8230;Minah&#8230;&#8230;</p>
<p align="justify">&nbsp;&nbsp;&nbsp; Somad, mengisi bayi itu di dalam kardus, dan membawanya ke rumahnya untuk di kebumikan. Minah, ada di kamar kos. Kakak Minah, datang, karena di kabarkan Minah sakit. Setelah mendengar cerita yang sebenarnya, kakak Minah senang. artinya Minah bisa sekolah lagi. Yang sudah ya sudahlah&#8230;. Cerita menjadi lain, Minah panas tinggi dan harus di bawa ke rumah sakit. Minah akhirnya di bawa pulang setelah 7 hari di rawat dengan infeksi.</p>
<p align="justify">&nbsp;&nbsp;&nbsp; Di rumah Minah, pada saat teman sekamarnya datang mengunjunginya, Minah bertanya, &#8220;<em>kamu siapa</em>&#8230;..??&#8221;&nbsp; &#8221; <em>Aku teman sekamar mu, yang menemani mu selalu kemana saja</em>&#8220;&#8230;&#8230;jawab temannya dengan air mata yang mengalir di pipinya&#8230;.<em>he&#8230;he..he</em>&#8230; Minah tertawa sendiri&#8230;&#8230;&#8221;<em>ada ada saja</em> &#8230;..<em>aku gak kenal kamu&#8221;</em>&#8230;&#8230;Minah menjerit&#8230;.sang teman hanya menangis&#8230;..Ya Tuhan&#8230;..<em>Minaaaaaaaah</em>&#8230;.kembali dalam hati dia menjerit</p>
<p align="justify">&nbsp;&nbsp;&nbsp; Minah telah terganggu jiwanya, kakinya lemah, dia lumpuh, kakinya tak bisa berjalan lagi. Minah hanya terbaring. Tak tahu apa yang terjadi pada Minah, mengapa bisa terjadi. Minah, tak dapat apapun, tak dapat Somad, tak dapat gelar, tak dapat bayinya, tak dapat membahagiakan ayah ibunya&#8230;&#8230;Minah kehilangan banyak, kehilangan segalanya&#8230;&#8230;</p>
<p align="justify">Minah oh Minah&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p align="justify">Ya Allah&#8230;..ampuni dosa Minah&#8230;..karena dia telah membayar dosanya dengan rasa sakit yang luar biasa&#8230;.</p>
<p align="justify">Semoga tak ada Minah yang lain&#8230;..</p>
<p align="justify">Siapa yang bertanggung jawab akan hal ini&#8230;..?</p>
<p align="justify">Apa yang bisa kita lakukan&#8230;&#8230;&#8230;?</p>
<p align="justify">Apa yang sebaiknya kita lakukan bila menemui kasus seperti ini lagi&#8230;&#8230;? Karena hal ini bisa terjadi pada siapa saja, dan sungguh peristiwa Minah cukup hanya Minah, tak ada yang lain&#8230;&#8230;</p>
<p align="justify">Naudzubillahi min dzalik</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<blockquote><p align="justify">&#8220;wajah putih pucat pasi tergores luka dihati&#8230;.</p>
<p align="justify">&nbsp; matamu membuka kisah kasih asmara yang telah ternoda&#8230;..</p>
<p align="justify">&nbsp; hapuskan semua hayalan&#8230;&#8230;lenyapkan suatu harapan&#8230;&#8230;</p>
<p align="justify">&nbsp; kemana lagi harus mencari&#8230;..&#8221;</p>
<p align="justify">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; (Mimpi, by Anggun C Sasmi)</p>
</blockquote>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lusinovianti.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lusinovianti.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lusinovianti.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lusinovianti.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lusinovianti.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lusinovianti.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lusinovianti.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lusinovianti.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lusinovianti.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lusinovianti.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lusinovianti.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lusinovianti.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lusinovianti.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lusinovianti.wordpress.com/50/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lusinovianti.wordpress.com&amp;blog=4355717&amp;post=50&amp;subd=lusinovianti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lusinovianti.wordpress.com/2009/11/29/minah-oh-minah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4ec832b7df372c9581a73d60013bd360?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">che11</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jangan takut bercermin, kawan&#8230;..</title>
		<link>http://lusinovianti.wordpress.com/2009/11/18/jangan-takut-bercermin-kawan/</link>
		<comments>http://lusinovianti.wordpress.com/2009/11/18/jangan-takut-bercermin-kawan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 15:28:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>che11</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lusinovianti.wordpress.com/2009/11/18/jangan-takut-bercermin-kawan/</guid>
		<description><![CDATA[Buruk rupa cermin dibelah Jangan takut bercermin, kawan&#8230;.. &#160;&#160;&#160; Awalnya, sebuah cerita yang saya tulis, telah mendapatkan izin dari tokoh yang saya ceritakan dalam cerita itu. Saya juga berjanji untuk menjaga agar cerita tersebut tidak membuat orang lain mengenal siapa tokoh dalamnya . Saya merubah beberapa setting tempat dan tidak menyebut nama sang tokoh utama, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lusinovianti.wordpress.com&amp;blog=4355717&amp;post=49&amp;subd=lusinovianti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Buruk rupa cermin dibelah</strong></em></p>
<p align="justify">Jangan takut bercermin, kawan&#8230;..</p>
<p align="justify">&nbsp;&nbsp;&nbsp; Awalnya, sebuah cerita yang saya tulis, telah mendapatkan izin dari tokoh yang saya ceritakan dalam cerita itu. Saya juga berjanji untuk menjaga agar cerita tersebut tidak membuat orang lain mengenal siapa tokoh dalamnya . Saya merubah beberapa setting tempat dan tidak menyebut nama sang tokoh utama, begitu juga nama peran2 yang lain. Sampai pada akhirnya tulisan blog itu mendapat banyak komentar dari pembaca. Ada yang baik ada yang tidak baik, bahkan ada yang mencela ada pula yang memuji. Sebenarnya komentar yang masuk, tidaklah cenderung menyalahkan tokoh dalam cerita maupun si penulis cerita. Mereka hanya berpendapat sesuai cara pandang mereka, yang menurut saya tidak ada salahnya. Tapi ternyata tidak menurut sang tokoh. &#8230;&#8230;.</p>
<blockquote><p align="justify">&nbsp;&nbsp;&nbsp; Menurut sang tokoh yang mengirimnya lewat e-mail, dia tidak sanggup mendengar komentar yang ada. Seakan tidak berimbang dan menyalahkan dia. Dia tak mampu menerima kenyataan itu. Dia meminta saya menghapus tulisan saya itu. Bersujud pun dia mau, itu permohonannya pada saya. Dan saya pun melakukannya, bukan karena saya merasa bersalah, tapi lebih karena menghargai perasaan orang lain.</p>
</blockquote>
<p align="justify">&nbsp;&nbsp;&nbsp; Saya menghargai curahan hatinya. namun, yang sangat saya sayangkan dalam hal ini adalah, mengapa dia tidak sanggup mendengar dan menerima kritikan orang lain. Padahal itu hanya peristiwa masa lalu. Bukankah itu bisa di jadikan cermin, untuk menjadi pelajaran, pencerahan buat hidupnya ke depan nanti, buat perbaikan atas sikap dan tingkahnya, andai menurutnya itu salah, ataupun menurutnya itu benar.</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify"><em>Jangan takut bercermin kawan&#8230;.</em></p>
<blockquote><p align="justify">&nbsp;&nbsp;&nbsp; Semua orang punya masa lalu. Jangan pejamkan mata, agar dia tak tampak lagi dalam kenangan. Padahal pengalaman pahit masa lalu, kesalahan masa lalu, bisa menjadi pelajaran buat anak cucu kita, bila kita mau dan mampu mengolahnya jadi cerita yang indah. <em>Tak akan ada cerita jika tak ada peristiwa, teman</em>&#8230;..Jadikan dia cermin mu kawan&#8230;.hingga kau bisa bercermin darinya. Cerminan yang tampak dari peristiwa pahit masa lalu, akan menunjukan gambaran seutuhnya tentang peristiwa itu, akan memberikan banyak makna, hingga dapat mengambil pelajaran, sikap baru, memperbaiki apa yang salah, apa yang belum benar&#8230;&#8230;..</p>
</blockquote>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify"><em>Jangan takut bercermin, kawan&#8230;&#8230;.</em></p>
<p align="justify">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Bak artis yang siap panggung, dia mematutkan wajahnya hampir sesering mungkin pada cermin, agar semakin hari semakin sempurnalah penampilannya. Akan dia lakukan apapun saat bercermin, dia oleskan dengan pewarna bibir, agar bibirnya merah merekah, dia tutup dahi yang lebar dengan poni, dia besarkan bola mata yang sipit dengan maskara. Karena setiap kali dia bercermin, nampaklah segala kekurangan dan kelebihannya. Setiap hari ia lakukan, agar setiap saat penampilannya akan lebih baik, bahkan mungkin akan menjadi trendsetter bagi orang lain, bagi banyak orang.&nbsp; Apalah tidak lebih baik juga kita lakukan untuk hidup, bercermin akan kekurangan dan kelebihan yang kita dapat dan kita dengar. Jika ada kritikan bercerminlah, apa yang salah, apa yang tidak seharusnya ku lakukan, apa yang seharusnya&nbsp; dilakukan&#8230;.bercermin dan lihat kekurangan mu, perbaiki, tata, agar menjadi lebih baik, lebih benar dan lebih indah tampaknya&#8230;..<em>jangan pula cermin kau belah</em>&#8230;&#8230;</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Buat semua sahabatku&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p align="justify">&nbsp;&nbsp;&nbsp; Cerita di atas hanya sebuah contoh, contoh yang menginspirasi saya buat menulis, bahwa masih banyak orang yang takut bercermin pada kegagalan dan kesalahan pada masa lalu. Termasuk saya, karena ini juga nasehat buat diri saya. Banyak pengalaman masa lalu, yang seakan tanpa sadar saya eliminasi dalam pikiran saya, padahal andaikan saya mau bercermin, tentu segalanya akan lebih baik&#8230;Banyak contoh yang bisa kita jadikan cerminan. &#8230;</p>
<p align="justify">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Berceminlah pada kemulian Rasullulah SAW, pada ketegaran ayah, pada kesabaran ibu, pada fitnah yang pernah kita alami, pada kegagalan masa lalu, pada pahitnya hidup&#8230;..</p>
<p align="justify">Jangan takut bercermin, kawan&#8230;&#8230;</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify"><em>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; &#8230;&#8230;&#8230;cermin&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</em></p>
<p align="justify"><em>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; aku bercermin pada birunya laut</em></p>
<p align="justify"><em>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; pada langit</em></p>
<p align="justify"><em>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; pada malam</em></p>
<p align="justify"><em>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; pada hitam</em></p>
<p align="justify"><em>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; dan pada bulan&#8230;..</em></p>
<blockquote><p align="justify"><em>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; dan akupun bercermin</em></p>
<p align="justify"><em>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; pada luka</em></p>
<p align="justify"><em>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; airmata</em></p>
<p align="justify"><em>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; dan dosa&#8230;</em></p>
</blockquote>
<p align="justify"><em>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; tertundukku</em></p>
<p align="justify"><em>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; takut pada salahku</em></p>
<p align="justify"><em>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; pada naifku,lugu tak berilmu</em></p>
<p align="justify"><em>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; ampuni aku tuhan</em>&#8230;.</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; (november 2009)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lusinovianti.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lusinovianti.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lusinovianti.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lusinovianti.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lusinovianti.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lusinovianti.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lusinovianti.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lusinovianti.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lusinovianti.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lusinovianti.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lusinovianti.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lusinovianti.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lusinovianti.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lusinovianti.wordpress.com/49/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lusinovianti.wordpress.com&amp;blog=4355717&amp;post=49&amp;subd=lusinovianti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lusinovianti.wordpress.com/2009/11/18/jangan-takut-bercermin-kawan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4ec832b7df372c9581a73d60013bd360?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">che11</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&quot;Bersyukurlah&quot; itu lebih baik&#8230;.</title>
		<link>http://lusinovianti.wordpress.com/2009/05/27/bersyukurlah-itu-lebih-baik/</link>
		<comments>http://lusinovianti.wordpress.com/2009/05/27/bersyukurlah-itu-lebih-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 May 2009 07:05:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>che11</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lusinovianti.wordpress.com/2009/05/27/bersyukurlah-itu-lebih-baik/</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulilah&#8230;.ini yang terbaik buat &#8230;. Mengingat kembali kenangan saat &#8220;papa&#8221; meninggalkan saya dengan tiba-tiba, serasa dunia runtuh dan sesaat merasa ini sangatlah tidak adil buat saya, mengapa ini&#160; harus terjadi, sejuta pertanyaan lain muncul dalam hati. tapi&#8230;begitu saya melihat wajahnya yang tenang dan terlihat bahagia, di depan jenazah saya tersenyum, tepatnya saya berusaha untuk tersenyum. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lusinovianti.wordpress.com&amp;blog=4355717&amp;post=46&amp;subd=lusinovianti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulilah&#8230;.ini yang terbaik buat &#8230;.</p>
<p align="justify">Mengingat kembali kenangan saat &#8220;papa&#8221; meninggalkan saya dengan tiba-tiba, serasa dunia runtuh dan sesaat merasa ini sangatlah tidak adil buat saya, mengapa ini&nbsp; harus terjadi, sejuta pertanyaan lain muncul dalam hati. tapi&#8230;begitu saya melihat wajahnya yang tenang dan terlihat bahagia, di depan jenazah saya tersenyum, tepatnya saya berusaha untuk tersenyum. </p>
<p align="justify">&#8220;papa, ini yang terbaik buat kita ya, pa&#8230; papa bukan punya kami, papa punya Sang Pencipta, dia merasa papa sudah saatnya berada di pelukannya..Saya merasakan kebahagian aneh di dalam dada saya. Saya lega, lega yang saya rasakan tidak sama dengan definisi yang ada saat ini, yang ada di kamus Yus Badudu, lega yang hanya saya&nbsp; yang mendefinisikannya sendiri&#8230;.</p>
<p align="justify">Satu bulan kemudian terjadi percakapan seperti ini:</p>
<p align="justify">Mrs X : Saya lelah sekali, baru selesai menemani orang tua laki2 saya yang harus masuk rumah sakit.</p>
<p align="justify">Saya&nbsp;&nbsp; : Sakit apa?</p>
<p align="justify">Mrs X : Dia baru saja di amputasi karena kencing manis, sekarang kami, harus sabar menghadapinya, karena dia&nbsp; tertekan dengan keaadaan ini. Dia jadi sangat emosional, mudah marah, semua jadi serba salah.</p>
<p align="justify">Saya&nbsp;&nbsp; : semoga kalian sabar ya&#8230;.Tapi bersyukurlah kamu masih punya ayah.</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Saya terdiam, mengingat percakapan tadi, saya mengucapkan &#8220;<em>bersyukurlah</em>&#8221; walau harus menghadapi ayah yang sakit dan dalam keadaan tertekan, tapi dia masih punya ayah. Dan tahukah&#8230;.saya juga <em>bersyukur </em>karena papa tidak perlu menjalani hal tersebut, karena mungkin papa akan lebih tersiksa jika mengalami hal itu, karena papa adalah sosok orang tua yang tidak ingin menyusahkan orang lain.</p>
<p align="justify">Dua keadaan yang sangat bertolak belakang, keadaan yang tidak terlalu baik,bahkan menyedihkan, tapi masih ada yang bisa di syukuri&#8230;maka &#8220;<em>bersyukurlah</em>&#8221; <em>itu lebih baik bagimu</em>&#8230;.</p>
<p align="justify">Tidak ada peristiwa dalam hidup yang tidak bisa kita ambil hikmah nya, yang tidak kita syukuri. Semua&nbsp; ada hikmahnya, asal kita bisa mencari hikmah di balik suatu peristiwa, dan tidak hanya mengeluh dan bersedih.</p>
<p align="justify">Contoh.</p>
<p align="justify">Jomblo : Gue lom menikah menjelang 30 tahun. </p>
<p align="justify">Wanita Menikah : Gak apa pren&#8230;ntar jodoh pasti datang juga.</p>
<p align="justify">Jomblo : Gimana rumah tangga lu</p>
<p align="justify">W-M&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : Gw gak bahagia, suami gw gak ngasi nafkah, jika gw mo beli susu anak, dia ngasi uang hanya seharga sekaleng susu. Gw juga tahu dia sedang dekat dengan seseorang. Gw bingung, gw pengen cerai, gw kasihan anak gw&#8230;dst&#8230;dst&#8230;dst..</p>
<p align="justify">Jomblo&nbsp; : Diam&#8230;..</p>
<p align="justify">W-M&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : klo gw tahu bakal seperti ini, lebih baik gw sendiri&#8230;</p>
<p align="justify">Jomblo kembali diam&#8230;dan ternyata dia bukanlah seseorang yang tidak beruntung dengan keadaannya yang belum menikah, dan temannya juga bukanlah orang yang benar-benar beruntung hanya karena dia telah menikah.</p>
<p align="justify">&#8220;<em>Bersyukurlah&#8221; itu lebih baik bagi mu&#8230;</em>hanya itu yang saya ucapkan pada si jomblo pada saat dia menceritakan hal ini pada saya&#8230;dan wanita W-M &#8220;<em>bersyukurlah</em>&#8221; karena dua buah hati memberikan kebahagian dan kekuatan yang luar biasa sehingga ia bisa melewati prahara dengan tegar&#8230;</p>
<p align="justify">&#8220;<em>bersyukurlah&#8221; itu lebih baik bagi mu&#8230;.</em>Semua dalam hidup tak ada yang sia-sia. Semua ada hikmah dan nikmat di dalam nya. Baik itu kebahagian maupun kesusahan. Hanya saja itu akan ditemukan pada orang-orang yang memang ingin mencari kebahagian melalui rasa syukur. Sehingga akhir nya, hanya ada kebahagian&#8230;kebahagiann dan kebahagian&#8230;</p>
<blockquote><p align="justify">Hadapi dengan senyuman, semua yang terjadi,biar terjadi</p>
<p align="justify">Hadapi dengan tenang jiwa,semua kan baik-baik saja&#8230;.</p>
<p align="justify">Bila ketetapan tuhan,sudah ditetapkan,tetaplah sudah&#8230;.</p>
<p align="justify">Tak ada yang bisa merubah,dan takkan bisa berubah&#8230;.</p>
<p align="justify">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; (Dewa 19)</p>
</blockquote>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lusinovianti.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lusinovianti.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lusinovianti.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lusinovianti.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lusinovianti.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lusinovianti.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lusinovianti.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lusinovianti.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lusinovianti.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lusinovianti.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lusinovianti.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lusinovianti.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lusinovianti.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lusinovianti.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lusinovianti.wordpress.com&amp;blog=4355717&amp;post=46&amp;subd=lusinovianti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lusinovianti.wordpress.com/2009/05/27/bersyukurlah-itu-lebih-baik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4ec832b7df372c9581a73d60013bd360?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">che11</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Selamanya Cinta&#8230;.</title>
		<link>http://lusinovianti.wordpress.com/2009/04/21/selamanya-cinta/</link>
		<comments>http://lusinovianti.wordpress.com/2009/04/21/selamanya-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Apr 2009 04:19:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>che11</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lusinovianti.wordpress.com/2009/04/21/selamanya-cinta/</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini, pengennya bicara soal cinta. Jadi menarik akhir-akhir ini&#8230;mungkin karena beberapa teman mengajak saya berdiskusi,meminta pendapat tentang cinta. Menurut mereka saya mampu memberikan sedikit pencerahan pada mereka&#8230;($= temen&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; #= saya) Episode I. Percakapan yang terjadi adalah : $ Cinta itu dimana? # Kenapa kamu bertanya? apa pentingnya cinta? $ Saya belum menemukannya? # Tapi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lusinovianti.wordpress.com&amp;blog=4355717&amp;post=45&amp;subd=lusinovianti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Hari ini, pengennya bicara soal cinta. Jadi menarik akhir-akhir ini&#8230;mungkin karena beberapa teman mengajak saya berdiskusi,meminta pendapat tentang cinta. Menurut mereka saya mampu memberikan sedikit pencerahan pada mereka&#8230;($= temen&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; #= saya)</p>
<p align="justify">Episode I.</p>
<p align="justify">Percakapan yang terjadi adalah :</p>
<p align="justify">$ Cinta itu dimana?</p>
<p align="justify"># Kenapa kamu bertanya? apa pentingnya cinta?</p>
<p align="justify">$ Saya belum menemukannya?</p>
<p align="justify"># Tapi toh kamu tetep menjalani hidup hingga 30 tahun. Kamu toh kadang menangis,kadang bahagia,dan seseorang tetep ada disisi kamu setiap malam&#8230;Lalu untuk apa cinta?</p>
<p align="justify">$ Ya untuk apa cinta&#8230;?</p>
<p align="justify">#Tidak terlalu penting cinta itu di cari&#8230;karena sebenarnya cinta itu sesuatu yang tumbuh dengan sendirinya dan dia ada di dalam hati&#8230;.dia selalu ada, hanya tertutupi oleh hal2 lain yg lebih penting&#8230;..Sebaiknya jangan kamu tanyakan&#8230;cukup kamu rasakan&#8230;.</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Episode II</p>
<p align="justify">$ Saya belum menikah &#8230;.karena saya susah sekali menemukan orang yang bisa membuat saya jatuh cinta. Saya selalu menjadi il fill jika cowok yang mendekati saya terlalu mengagungkan cinta, sehingga dia rela tidak melakukan apa2 selama beberapa jam,saat menungguin saya di salon. </p>
<p align="justify"># Terus kamu maunya seperti apa?</p>
<p align="justify">$ Biasa aja lagi&#8230;.nyante aja&#8230;gak perlu harus berdua sepanjang waktu&#8230;gak perlu ini dan itu&#8230;apalagi selalu sms dan telpon yang gak penting&#8230;</p>
<p align="justify"># Sebaiknya kamu menghindari untuk berpikir kamu akan segera memiliki pasangan&#8230;</p>
<p align="justify">$ Kenapa???</p>
<p align="justify"># Karena cinta datang tanpa syarat&#8230;cinta tidak memandang apapun untuk menghalangi datangnya cinta&#8230;segala yang berkaitan tentang cinta tak ada yang dapat dipikirkan dengan logika&#8230;.</p>
<p align="justify">$ So</p>
<p align="justify"># Sebaiknya kamu membuka diri menerima seseorang tanpa syarat&#8230;terimalah sebagai seorang sahabat&#8230;lalu jika ada kebahagian, jika ada rindu, marah atau cemburu&#8230;dan jika kamu tidak bisa lagi menemukan segala kekurangannya, segala kesilapannya, kekecewaan yang segera kamu maafkan,,&#8230;..itulah dia cinta&#8230;..</p>
<p align="justify">Catatan yang paling utama adalah buka diri dan pintu hati tanpa syarat&#8230;..</p>
<p align="justify">Episode III</p>
<p align="justify">Selamanya cinta&#8230;terjadi pada Pangeran Charles&#8230;seorang pangeran yang tetap mempertahankan kekasih hatinya &#8230;Camila&#8230;padahal camila, seorang wanita tua yang tidak cantik lagi pada saat naik ke altar pernikahan&#8230;.bahkan Pangeran Charles harus membantunya memegang al kitab karena tangan Camila bergetar karena usianya&#8230;Dan Sang pangeran yang bisa memiliki siapapun secantik &#8220;cinderella&#8221; zaman modern ( baca :Lady Diana), memiliki tahta dan harta&#8230;tapi dia tidak memilih wanita&#8230;tapi dia memilih cinta&#8230;..</p>
<p align="justify">Sederhana&#8230;.tapi menjadi sangat indah&#8230;.karena cinta datang tanpa syarat, cinta tidak hadir untuk memilih dan dipilih . cinta tumbuh dan mengalir dengan sendirinya&#8230;..</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Selamanya cinta&#8230;.<strong>Selama</strong>nya berarti bahwa cinta itu tidak ada masa kadarluarsa, unlimited edition, tidak pake mati gaya&#8230;.tidak pake habis deh&#8230;<strong>Cinta</strong> itu sendiri berarti sesuatu yang tidak dapat diukur, dinilai , di takar, karena dia cukup di rasakan&#8230;.</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">So&#8230;.biarkan cinta yang ada di hati itu tumbuh dengan membuka diri ,membuka persahabatan, baca:relationship tanpa syarat&#8230; Bagi yang telah tumbuh cinta didalam hati, biarkan dia hidup dan tumbuh, yakinlah itu adalah cinta &#8230;</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<blockquote><p align="justify"><em>Kegurun engkau ikut&#8230;</em></p>
<p align="justify"><em>ke kutub engkau turut &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</em></p>
<p align="justify"><em>bersama sehidup semati demikian kau ucapkan janji&#8230;.</em></p>
<p align="justify"><em>(Cinta&#8230;.,by Titik Puspa)</em></p>
</blockquote>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lusinovianti.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lusinovianti.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lusinovianti.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lusinovianti.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lusinovianti.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lusinovianti.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lusinovianti.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lusinovianti.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lusinovianti.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lusinovianti.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lusinovianti.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lusinovianti.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lusinovianti.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lusinovianti.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lusinovianti.wordpress.com&amp;blog=4355717&amp;post=45&amp;subd=lusinovianti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lusinovianti.wordpress.com/2009/04/21/selamanya-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>30</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4ec832b7df372c9581a73d60013bd360?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">che11</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&quot;Lucy&quot;</title>
		<link>http://lusinovianti.wordpress.com/2009/03/01/lucy/</link>
		<comments>http://lusinovianti.wordpress.com/2009/03/01/lucy/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Mar 2009 08:44:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>che11</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lusinovianti.wordpress.com/2009/03/01/lucy/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Lucy &#8230;.selalu terpana setiap kali menatap wajah pria itu&#8230; pria itu&#8230;.. setiap pagi, mengenakan jas, dasi sepatu mengkilap dan tas yang mahal. Lucy&#8230;akan deg-deg an setiap kali pria itu berada dihadapannya..Lucy merasakan bahwa inilah yang namanya cinta..inilah mungkin &#8220;soulmate&#8221;, inilah pria yang pantas jadi pasangannya&#8230;Setiap hari Lucy berharap ada keajaiban yang terjadi sehingga dunia berubah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lusinovianti.wordpress.com&amp;blog=4355717&amp;post=43&amp;subd=lusinovianti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">&#8220;Lucy &#8230;.selalu terpana setiap kali menatap wajah pria itu&#8230; pria itu&#8230;.. setiap pagi, mengenakan jas, dasi sepatu mengkilap dan tas yang mahal. Lucy&#8230;akan deg-deg an setiap kali pria itu berada dihadapannya..Lucy merasakan bahwa inilah yang namanya cinta..inilah mungkin &#8220;soulmate&#8221;, inilah pria yang pantas jadi pasangannya&#8230;Setiap hari Lucy berharap ada keajaiban yang terjadi sehingga dunia berubah seketika dan lucy akan menjadi kekasihnya&#8230;karena jika tidak ada keajaiban&#8230;sungguh tidak mungkin Lucy akan mencapai mimpi&#8230;karena pria itu&#8230;sungguh tampan, kaya, berpendidikan, exlusive&#8230;sedangkan Lucy hanya wanita biasa&#8230;.&#8221;</p>
<p align="justify">Byaaaaaaar&#8230;keajaiban terjadi&#8230;pria itu terjatuh dan Lucy lah penyelamatnya&#8230;.akhirnya&#8230;singkat cerita&#8230;Lucy menjadi kekasihnya&#8230;Dan mereka dalam persiapan pernikahan&#8230;hari-hari mereka lebih dekat,semakin dekat,sangat dekat&#8230;.dan akhirnya&#8230;&#8230;</p>
<p align="justify">Ternyata pria itu tidak seperti pria yang selalu dia mimpikan..dia samasekali jauh dari apa yang dia bayangkan&#8230;pria itu dalam kehidupan sehari-hari, dari bagaimana cara pria itu makan, tidur, hingga berbicara dan bersikap bertolak belakang dengan kepribadiannya&#8230;Lucy jadi tersiksa..lucy menangis setiap malam menjelang pernikahan&#8230;Lucy ingin pergi&#8230;ternyata ini tidak sesuai dengan mimpi&#8230;&#8230;akhirnya Lucy pergi&#8230;membatalkan pernikahan tersebut &#8230;.&#8221;</p>
<p><span id="more-43"></span>
<p align="justify"></p>
<p align="justify">Ini hanya cerita sebuah film. film &#8220;when we were sleeping&#8221;. Sandra Bulock yang berperan sebagai Lucy. Film ini adalah film favorit saya. dan saya ingin menulis begini&#8230;.</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Ternyata sesuatu yang indah, cantik, yang bagus yang menawan di pandang mata belum tentu akan tetap sama nilainya jika sesuatu yang indah itu telah kita miliki. Baju di etalase yang sangat indah dan bagus, serta mahal, akan menjadi mimpi bahkan menjadi obsesi bagi seseorang yang mengagumi baju tersebut. Namun jika baju itu telah dimiliki, maka semakin hari nilai keindahan, menawan, dan harganya semakin berkurang. Dan samalah dia dengan baju-baju yang lain&#8230;standard dan biasa saja.</p>
<p align="justify">Atau juga , baju yang mahal dan bagus itu begitu kita kenakan, ternyata tampak tidak seindah yang kita bayangkan apabila kita kenakan&#8230;ternyata ada sisi-sisi dari baju itu yang tidak memberikan keindahan pada saat kita kenakan&#8230;</p>
<p align="justify">Hmmmmmm&#8230;.jika sesuatu yang indah terlihat mata&#8230;.Gak selamanya harus menjadi milik diri&#8230;jangan menilai sesuatu dari tampakan fisik&#8230;karena semua akan berbeda jika dikenal lebih dekat&#8230;</p>
<p align="justify">&#8221; <em>ku akui tubuhku melunglai, sempatku tertegun dalam hati kuuuuuu</em></p>
<p align="justify"><em>&nbsp;&nbsp; jangan pikir, aku kan mencinta, ku hanya kagumi, hanya memuji&#8230;&#8221;</em></p>
<p align="justify"><em>&nbsp;&nbsp; (Hanya memuji&#8230;by Shanti feat Marcel)</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lusinovianti.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lusinovianti.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lusinovianti.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lusinovianti.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lusinovianti.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lusinovianti.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lusinovianti.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lusinovianti.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lusinovianti.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lusinovianti.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lusinovianti.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lusinovianti.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lusinovianti.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lusinovianti.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lusinovianti.wordpress.com&amp;blog=4355717&amp;post=43&amp;subd=lusinovianti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lusinovianti.wordpress.com/2009/03/01/lucy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>31</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4ec832b7df372c9581a73d60013bd360?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">che11</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&quot;Manusia itu gak sama&quot;</title>
		<link>http://lusinovianti.wordpress.com/2009/02/07/manusia-itu-gak-sama/</link>
		<comments>http://lusinovianti.wordpress.com/2009/02/07/manusia-itu-gak-sama/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Feb 2009 07:43:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>che11</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lusinovianti.wordpress.com/2009/02/07/manusia-itu-gak-sama/</guid>
		<description><![CDATA[Manusia itu gak ada yang sama. Jangan menilai dan melihat orang lain dari kacamata dan pemikiran kita sendiri. Manusia gak ada yang sama, jangan menilai orang lain dengan nilai takar kita sendiri, juga dengan timbangan rasa kita sendiri. Karena kita, manusia, gak sama, gak ada yang sama..baik dalam rasa, pola pikir, dan sikap. Tidaklah kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lusinovianti.wordpress.com&amp;blog=4355717&amp;post=42&amp;subd=lusinovianti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Manusia itu gak ada yang sama. Jangan menilai dan melihat orang lain dari kacamata dan pemikiran kita sendiri. Manusia gak ada yang sama, jangan menilai orang lain dengan nilai takar kita sendiri, juga dengan timbangan rasa kita sendiri. Karena kita, manusia, gak sama, gak ada yang sama..baik dalam rasa, pola pikir, dan sikap. Tidaklah kita tahu siapa yang paling benar. Jadi jangan pernah menilai&#8230;.Manusia itu gak sama&#8230;</p>
<p align="justify">Episode 1.</p>
<p align="justify">&#8220;Seorang wanita, cantik,wanita karir dan bekerja dilingkungan yang umumnya pria, wanita A, sedang dibicarakan oleh dua orang wanita B dan C. Wanita B dan C membicarakan dan menilai bahwa wanita A gak bener, karena wanita A terlalu sibuk,berteman dengan banyak laki-laki,pergi kesana-sini,kadang harus meninggalkan keluarga keluar kota. Segala yang negatif mereka ceritakan sampai hal terburuk. Cukup takjub saya mendengar cerita itu, karena teramat banyak nilai negatif tentang wanita A ini. Maka saya cari tahu tentang wanita B dan C, apa yang menjadi latar belakang mereka menilai wanita A bukan wanita Baik&#8230;inilah hasil investigasinya..</p>
<p><span id="more-42"></span>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Wanita B, adalah seorang wanita yang telah menikah dua kali. Suami pertama seorang adalah orang yang tidak bertanggung jawab. menikah pada usia yang sangat muda, menjelang pernikahan kedua, wanita B telah tinggal serumah dengan pria lain, melakukan hubungan suami istri tanpa pernikahan, dan itu direstui oleh keluarga wanita B, sampai akhirnya mereka menikah. </p>
<p align="justify">Wanita C, adalah seorang wanita yang menikah, dikarenakan pada suatu malam didatangi sekumpulan orang, karena tamu laki-laki nya masih ada didalam rumahnya pada tengah malam. seminggu sesudah malam keramat itu mereka dipaksa menikah.</p>
<p align="justify">Mereka mempunyai latar belakang yang hampir sama, mereka menikah dengan laki-laki yang (mungkin) mereka&nbsp; dekati dengan cara apapun dan menghalalkan segala cara&#8230;So begitu mereka melihat ada wanita lain yang bekerja dengan laki-laki, sering keluar kota. Maka tanpa mereka sadari mereka menilai wanita itu dengan cara mereka berpikir,dengan pola pikir mereka dan pasti akan mereka lakukan bila mereka berkesempatan jadi wanita A&#8230;</p>
<p align="justify">Padahal Manusia itu gak sama&#8230;.jangan menilai bahwa dia sama dengan saya, kamu pasti sama dengan kita&#8230;&#8230;</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Episode 2.</p>
<p align="justify">Pada akhir masa jabatan saya, salah satu petugas inspektorat datang pada saya. Untuk memeriksa segala apa yang telah saya lakukan. Dengan tanpa mengerti tentang basa-basi saya menyatakan&nbsp; &#8220;&#8230;&#8230;<em> diperiksa segala sesuatunya karena saya akan meninggalkan jabatan saya,saya akan melanjutkan sekolah, dan mungkin saya gak ingin lagi menjabat apapun,karena saya gak suka menjadi pimpinan, saya gak suka harus memenej orang lain&#8221;. </em>Saya<em> </em>mengungkapkan isi hati saya karena saya anggap mereka bijaksana menilai kalimat itu&#8230;.ternyata:</p>
<p align="justify">Apa yang terjadi dengan kalimat saya itu, mereka tersinggung. Mereka memeriksa saya dengan pertanyaan yang rumit dan mempersulit saya..akhirnya sampailah alasan itu ke telinga saya..Alasan mereka saya munafik,sombong dan sok suci. Karena &#8220;<em>mana ada orang yang gak pengen punya jabatan..</em>&#8220;</p>
<p align="justify">Mereka menilai saya dengan kacamata mereka,dengan pola pikir mereka,dengan alasan yang saya juga gak ngerti,karena saya gak punya konsep lain dikepala saya tentang hal ini. Padahal manusia itu gak sama&#8230;jika ada manusia yang berdusta,kan masih ada juga manusia yang jujur, jika ada manusia yang iklas juga masih ada manusia yang tidak iklas,&#8230;sekali lagi, manusia itu gak sama&#8230;jangan menilai bahwa dia sama dengan saya&#8230;kamu pasti sama dengan kita&#8230;&#8230;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Manusia itu gak sama&#8230;.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lusinovianti.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lusinovianti.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lusinovianti.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lusinovianti.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lusinovianti.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lusinovianti.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lusinovianti.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lusinovianti.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lusinovianti.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lusinovianti.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lusinovianti.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lusinovianti.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lusinovianti.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lusinovianti.wordpress.com/42/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lusinovianti.wordpress.com&amp;blog=4355717&amp;post=42&amp;subd=lusinovianti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lusinovianti.wordpress.com/2009/02/07/manusia-itu-gak-sama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4ec832b7df372c9581a73d60013bd360?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">che11</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Be your self part 2</title>
		<link>http://lusinovianti.wordpress.com/2009/01/24/be-your-self-part-2/</link>
		<comments>http://lusinovianti.wordpress.com/2009/01/24/be-your-self-part-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Jan 2009 07:19:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>che11</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lusinovianti.wordpress.com/2009/01/24/be-your-self-part-2/</guid>
		<description><![CDATA[Kisah-kisah ini di kutip dari perjalanan hidup selama ini, yang belum berarti banyak, namun telah menemukan banyak hal. Ini kisah nyata, dan penulisan ini dari apa yang ada dibenak saya, ntah dari pembaca lain yang mungkin punya arti beda. Tapi alangkah baiknya jika kita diskusikan setelah di baca&#8230;mudah2n komentar dan tanggapan menjadi pelajaran yang bisa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lusinovianti.wordpress.com&amp;blog=4355717&amp;post=41&amp;subd=lusinovianti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kisah-kisah ini di kutip dari perjalanan hidup selama ini, yang belum berarti banyak, namun telah menemukan banyak hal. Ini kisah nyata, dan penulisan ini dari apa yang ada dibenak saya, ntah dari pembaca lain yang mungkin punya arti beda. Tapi alangkah baiknya jika kita diskusikan setelah di baca&#8230;mudah2n komentar dan tanggapan menjadi pelajaran yang bisa sama-sam kita petik..</p>
<p>Kisah pertama :</p>
<p>Seorang teman, menyambut kedatangan saya ke tempat yang baru. Dia telah bertugas lama disana. Sebelum saya mulai tugas saya, di tempat kerja yang baru dia berpesan begini pada saya&#8230;.</p>
<p>* Lusi, besok masuk kerja, harus nampak seperti orang kaya, kamu tuh pake perhiasan dong..duit kamu kan ada.</p>
<p># Emang kenapa, teman?</p>
<p>* Nanti kamu di sepelekan orang. Di sini kalau bukan orang kaya,gak di pandang..Lihat nih aku, biar gak ada duit,yang penting gaya&#8230;</p>
<p># iya lah..ntar saya usahakan&#8230;tapi &#8230;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Itulah persepsinya tentang hidup. Bahwa dengan harta, hidupnya jauh jadi lebih berarti. Orang type seperti ini akan menghalalkan segala cara, agar dia terlihat menjadi orang kaya, dan dia bangga dengan itu. Sampai akhirnya 5 tahun berlalu. Saat ini saya sudah pindah tugas, saya dengar, banyak orang mencarinya, untuk sgera melunasi hutang2nya. Jangan pikir dia akan malu dengan itu, karena begitulah persepsi dia tentang hidup.</p>
<p><span id="more-41"></span>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bukan menceritakan kekurangan orang yang telah tiada,tapi ambillah hikmahnya dari cerita ini..Seorang Pegawai negeri yang kaya, di mata masyarakat, dan di mata saya. Karena dia punya mobil opel blazer, klinik swasta, dan lain-lain. Menjelang lebaran, meninggal dunia secara mendadak,di POM bensin. Satu hari sesudah di kebumikan, ternyata dia memiliki hutang yang sangat banyak. Dari yang hanya berkisar 100 ribu sehingga 40 jutaan. Dari uang arisan, perhiasan orang yang di gadaikan hingga , janji meluluskan pegawai negeri terhadap orang, semua gak ada yg tahu di mana rimbanya. Sang istri mengumpulkan bon rumah pegadaian,bila di jilid,maka akan jadi sebuah kamus karena tebalnya. Si istri yang baik hati, tidak pernah menceritakan hal ini pada orang lain,walaupun sebenarnya dia tahu,tapi dia takut suaminya malu. Ya karena persepsi/cara pandang suaminya tentang hidup adalah menjadi orang kaya. Dan yang paling naif dari cerita ini, ternyata, gaji istri juga di potong untuk cicilan mobil 6 juta perbulan. Dan sang istri yang tadinya sedih karena kehilangan suami tercinta, jadi tertekan karena harus melunasi hutang2,dan sadar bahwa suaminya,bukanlah suami yang baik&#8230;.</p>
<p>Tujuan hidup manusia beda-beda&#8230;ada yang berpandangan dengan cantik saya akan bisa memiliki segalanya. ada juga yang berpandangan dengan ilmu hidup jadi berarti, Maka gak heran jika kita lihat banyak orang yang sudah lanjut usia masih terus sekolah, bahkan ada juga yang berpandangan harus jadi pemimpin maka hidup jadi lebih berarti, jadi jangan heran ada orang yg sudah hampir uzur,masih bersaing memperebutkan kursi kepemimpinan&#8230;</p>
<p>Sampai pada akhir cerita&#8230;yang manakah yang lebih baik dari itu semua&#8230;?</p>
<p>Sampai akhirnya, saya melihat para dosen di kampus, sebagian meraka sudah sangat tua, tapi mereka tetap berguna bahkan tetap berarti sampai kini. Bahkan ada dosen perempuan yang berumur 70-an masih mengajar di depan kelas, dua jam berdiri, bahasa dan alur mengajarnya masih sangat baik. saya punya persepsi sendiri buat hidup saya, dengan ilmu kamu bisa berarti sepanjang hidup. Cantik akan pupus paling cepat 40 tahun,harta makin lama makin berkurang nilainya,jabatan paling bertahan 2&#215;5 tahun, sedang ilmu&#8230;</p>
<p>Dengan ilmu,kita jaga kecantikan kita&#8230;dengan ilmu kita atur harta kita, dengan ilmu ,jabatan kita walau tidak bertahan tapi masih terus berguna&#8230;.</p>
<p>Punya persepsi yang tepat tentang hidup,membuat kita bisa menemukan siapa diri kita &#8230;</p>
<p>Kita berbeda persepsi&#8230;gak masalah&#8230;asal tetap jadi dirimu sendiri..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lusinovianti.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lusinovianti.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lusinovianti.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lusinovianti.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lusinovianti.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lusinovianti.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lusinovianti.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lusinovianti.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lusinovianti.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lusinovianti.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lusinovianti.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lusinovianti.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lusinovianti.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lusinovianti.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lusinovianti.wordpress.com&amp;blog=4355717&amp;post=41&amp;subd=lusinovianti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lusinovianti.wordpress.com/2009/01/24/be-your-self-part-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4ec832b7df372c9581a73d60013bd360?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">che11</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketika jengkol berbuah</title>
		<link>http://lusinovianti.wordpress.com/2009/01/08/ketika-jengkol-berbuah/</link>
		<comments>http://lusinovianti.wordpress.com/2009/01/08/ketika-jengkol-berbuah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Jan 2009 07:49:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>che11</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lusinovianti.wordpress.com/2009/01/08/ketika-jengkol-berbuah/</guid>
		<description><![CDATA[Sudah lama sekali ingin menulis tentang monyet yang ada dihalaman samping rumah. Karena sebenarnya monyet-monyet ini menjadi pemandangan yang asyik dari teras atas rumah saya. Kebetulan di belakang rumah dan disamping rumah masih ada sedikit hutan yang menjadi tempat tinggal monyet-monyet yang tak banyak lagi ini.. Ada pohon jengkol liar dihutan samping rumah yang sebahagian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lusinovianti.wordpress.com&amp;blog=4355717&amp;post=40&amp;subd=lusinovianti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><img style="border-width:0;" height="177" alt="DSC01168" src="http://lusinovianti.files.wordpress.com/2009/01/dsc01168-thumb.jpg?w=173&#038;h=177" width="173" border="0"><a href="http://lusinovianti.files.wordpress.com/2009/01/dsc01159.jpg"><img style="border-width:0;" height="164" alt="DSC01159" src="http://lusinovianti.files.wordpress.com/2009/01/dsc01159-thumb.jpg?w=171&#038;h=164" width="171" border="0"><a href="http://lusinovianti.files.wordpress.com/2009/01/dsc01180.jpg"><img style="border-width:0;" height="164" alt="DSC01180" src="http://lusinovianti.files.wordpress.com/2009/01/dsc01180-thumb.jpg?w=171&#038;h=164" width="171" border="0"></a></p>
<p></a>
<p>Sudah lama sekali ingin menulis tentang monyet yang ada dihalaman samping rumah. Karena sebenarnya monyet-monyet ini menjadi pemandangan yang asyik dari teras atas rumah saya. Kebetulan di belakang rumah dan disamping rumah masih ada sedikit hutan yang menjadi tempat tinggal monyet-monyet yang tak banyak lagi ini..</p>
<p>Ada pohon jengkol liar dihutan samping rumah yang sebahagian dahannya masuk kehalaman belakang rumah. Nah..setiap pukul 10-12 siang,monyet-monyet akan bergelantungan di hutan belakang rumah,dan dipohon jengkol tersebut. Jadi mereka sangat dekat sekali. Mereka sama sekali tidak menggangu, apalagi jika kita tetap melakukan kegiatan, tanpa memperhatikan mereka secara khusus, monyet-monyet itu tidak akan pergi. Kadang induk monyet nampak sedang menggendong anaknya yang sangat kecil. Mereka juga bercengkerama dengan sesamanya.</p>
<p><span id="more-40"></span>
<p>Bila cuaca mendung, mereka semakin banyak dan berlompatan dari ranting ke ranting. Hutan disamping rumah seakan-akan digoyangkan oleh angin yang kencang. Mereka tidak lagi terganggu dengan ramainya lalulintas dijalan raya, lintas timur sumatera, karena hutan ini berbatas langsung dengan jalan raya. </p>
<p>Kadang saya berpikir sampai kapan mereka akan mampu bertahan, karena hutan disebelah rumah saya sebentar lagi akan dibangun ruko oleh yang empunya tanah. Habitat mereka akan hilang. Mungkin mereka akan mencari habitat baru, yang mungkin semakin sempit, atau mereka juga akan punah . Saya yakin sebentar lagi mereka hanya tinggal cerita. Saya jadi merasa sedih dan bahkan takut kehilangan. Bila dalam dua hari mereka tidak muncul, saya akan bertanya pada pengasuh anak saya, yang lebih sering dibelakang rumah, apakah dia melihat monyet hari ini? kalau dia bilang tidak, maka saya akan menunggu dengan harapan saya melihat salah satu dari monyet- monyet itu,&nbsp; untuk meyakinkan saya mereka belum pergi jauh.</p>
<p>Dulu pada tahun 80-an, saya ingat di kampung halaman saya, kota Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, masih ada banyak sekali monyet dibelakang rumah nenek . Tapi sejak tahun 90-an mereka tak lagi bersisa satu ekorpun. Kini, rumah nenek saya ini&nbsp; ,sudah termasuk kawasan&nbsp; perkotaan. Sehingga&nbsp; tak ada lagi hutan disana&#8230;</p>
<p align="justify">Mungkin monyet-monyet di tempat ini hanya akan bertahan untuk satu dua tahun lagi&#8230;.mungkin cucu- cucu kita nanti melihat seekor monyet, sebagai hewan langkah yang aneh, layaknya&nbsp; kita&nbsp; melihat seekor dinosaurous saat ini&#8230;</p>
<p align="justify">PS : foto-foto yang di tampilkan gak terlalu baik, karena kamera saya gak punya lensa fokus. saya tidak bisa terlalu dekat dengan mereka&#8230;takut mengganggu&#8230;</p>
<p align="justify">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lusinovianti.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lusinovianti.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lusinovianti.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lusinovianti.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lusinovianti.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lusinovianti.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lusinovianti.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lusinovianti.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lusinovianti.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lusinovianti.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lusinovianti.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lusinovianti.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lusinovianti.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lusinovianti.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lusinovianti.wordpress.com&amp;blog=4355717&amp;post=40&amp;subd=lusinovianti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lusinovianti.wordpress.com/2009/01/08/ketika-jengkol-berbuah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4ec832b7df372c9581a73d60013bd360?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">che11</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lusinovianti.files.wordpress.com/2009/01/dsc01168-thumb.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSC01168</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lusinovianti.files.wordpress.com/2009/01/dsc01159-thumb.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSC01159</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lusinovianti.files.wordpress.com/2009/01/dsc01180-thumb.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSC01180</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>That what friends are for</title>
		<link>http://lusinovianti.wordpress.com/2009/01/08/that-what-friends-are-for/</link>
		<comments>http://lusinovianti.wordpress.com/2009/01/08/that-what-friends-are-for/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Jan 2009 07:44:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>che11</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lusinovianti.wordpress.com/2009/01/08/that-what-friends-are-for/</guid>
		<description><![CDATA[Punya banyak teman, merupakan harta yang paling berharga, terutama bagi sosok yang sangat tidak percaya diri seperti saya ini, penakut dan&#8221; lemah&#8221; (kata cici pada temen saya candra ) tapi sepenuhnya saya membenarkan kalimat yang terakhir itu. Almarhum papa juga pernah meledek saya sebagai&#160; &#8220;dokter cengeng&#8221; karena dulu saya selalu mengadu sambil menangis setiap kali [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lusinovianti.wordpress.com&amp;blog=4355717&amp;post=35&amp;subd=lusinovianti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Punya banyak teman, merupakan harta yang paling berharga, terutama bagi sosok yang sangat tidak percaya diri seperti saya ini, penakut dan&#8221; lemah&#8221; (kata cici pada temen saya candra ) tapi sepenuhnya saya membenarkan kalimat yang terakhir itu. Almarhum papa juga pernah meledek saya sebagai&nbsp; &#8220;dokter cengeng&#8221; karena dulu saya selalu mengadu sambil menangis setiap kali melihat penderitaan seorang pasien, kesusahan orang lain, dan jika ada orang yang disakiti oleh orang lain. Namun untuk hal ini sudah mulai&nbsp; berkurang karena waktu, keadaan, dan pengalaman menempa saya untuk lebih <em>bijak</em> mengeluarkan air mata&#8230;&#8230;he..he..he..</p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="justify">Rasa tidak percaya diri masih saja ada hingga kini pada diri saya. dan saya selalu membutuhkan orang lain untuk mensuport apa yang ingin saya lakukan. Karena rasa tidak percaya diri ini datang berbarengan dengan rasa takut, hal ini membuat semua keadaan makin lebih tidak baik,bahkan berakhir dengan tidak berbuat apa-apa&#8230;</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Kemarin saat harus konsul dengan pembimbing, keraguan muncul, rasa takut dan tidak percaya diri muncul. Dan pada saat itu rasanya suasana hati ikutan jadi kacau, mencari teman untuk sama-sama konsul gak ketemu, tapi akhirnya nemu juga. Sambil menunggu saya chatting dengan teman yang jauh di Palu. Saya menceritakan ketakutan&nbsp; saya, bagaimana rasa hati saya saat itu. Saya juga mendapatkan cerita bahwa teman-teman yang bakal konsul adalah konsul untuk bahan tesis dan publikasi, makin gak PD deh jadinya. </p>
<p align="justify">percakapan dalam chatting :</p>
<p align="justify">* Kayaknya gak jadi konsul deh&#8230;</p>
<p align="justify">$ Napa?</p>
<p align="justify">* yang mo konsul itu, untuk tesis dan publikasi, kata orang bisa nyebabkan proposal&nbsp; saya mentah lagi,saya takut</p>
<p align="justify">$ Coba aja. Jangan takut. Pembimbing itu manusia juga</p>
<p align="justify">* Tapi kayaknya gak berani deh&#8230;.</p>
<p align="justify">$ POKOKNYA HARI INI HARUS KONSUL TITIK</p>
<p align="justify">Saya pamit, dan matikan laptop, berdiri dengan manis, menunggu di ruang pembimbing. Dan konsul hari itupun berjalan dengan manis dan mulus. </p>
<p align="justify">Andai saat itu saya gak punya sahabat&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Cerita manis lainnya, terjadi pada saat penerimaan bea siswa dari perusahaan tempat orangtua saya bekerja. Terjadi pada tahun 1990. Sebuah bus dari perusahaan muncul di halaman sekolah SMU negeri 1 lhokseumawe, tempat saya bersekolah. Teman-teman yang sebagian saya kenal, karena orangtuanya teman sekantor almarhum papa menuju bus. ternyata itu adalah bus untuk menjemput siswa penerima beasiswa. Tiba-tiba ada yang menepuk pundak saya&#8230;..</p>
<p align="justify">$&nbsp; Kenapa gak segera ke bus?</p>
<p align="justify">* Lusi gak dapat beasiswa bang. (bang Izad, lengkapnya M. Izad Lubis, sahabat karib semasa SMP, kakak kelas)</p>
<p align="justify">$ Gak mungkin Uci gak dapat&#8230; (dia selalu memanggil saya dengan &#8220;uci&#8221;)</p>
<p align="justify">* Tapi lusi gak dapat undangan bang&#8230;.</p>
<p align="justify">$ Mungkin papa uci lupa&#8230;Uci pasti dapat&#8230;. Dia tarik lengan saya, tuh lihat, bambang eko, oscar dan yang lain dapat, gak mungkin uci gak&#8230;Gini aja uci tetap harus ikut, abang yakin uci pasti dapat.</p>
<p align="justify">* Gak ahh&#8230;.., klo gak dapat ntar lusi malukan bang&#8230;</p>
<p align="justify">$ Uci ikut dulu, bang izad yakin Uci dapat, ntar klo ditanya temen-teman di dalam bus, bilang Uci nemani abang,bolos, sedang malas dikelas&#8230;</p>
<p align="justify">( dengan setengah memaksa dan menarik tanganku dia mengajak aku ikut bus, sambil menjelaskan mungkin papa lusi lupa membawa undangannya kerumah, dan lagi lusi penerima beasiswa 3 tahun berturut-turut, sama dengan dia itu yang meyakinkannya)</p>
<p align="justify">Begitu sampai di tempat acara, semua siswa harus menandatangani daftar hadir, aku hanya bersandar didinding tidak ikut antri. Tiba-tiba bang izad datang dan menarik lagi tanganku, &#8220;tuh tandatangan, nama Uci ada disitu&#8221; sambil ngucek2 kepalaku, lalu pergi meninggalkanku yang udah PD lagi&#8230;.Lalu aku telpon papa, untuk mendampingiku menerima beasiswa tersebut. Ternyata benar, papa lupa&#8230;..</p>
<p align="justify">Andai saat itu aku gak punya sahabat&#8230;&#8230;.</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lusinovianti.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lusinovianti.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lusinovianti.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lusinovianti.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lusinovianti.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lusinovianti.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lusinovianti.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lusinovianti.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lusinovianti.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lusinovianti.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lusinovianti.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lusinovianti.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lusinovianti.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lusinovianti.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lusinovianti.wordpress.com&amp;blog=4355717&amp;post=35&amp;subd=lusinovianti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lusinovianti.wordpress.com/2009/01/08/that-what-friends-are-for/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4ec832b7df372c9581a73d60013bd360?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">che11</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
