Lusi Novianti Weblog’s

November 29, 2009

Minah…..oh….Minah……

Filed under: Uncategorized — che11 @ 6:17 pm

    Cerita ini saya kisahkan kembali melalui tulisan. Agar dapat tercerna dengan baik dan dikaji bagi yang berkepentingan, untuk mencari jalan keluar bersama-sama, sehingga tidak ada lagi korban seperti Minah (nama disamarkan) dan kita tidak lagi saling menyalahkan…..

     Sebutlah seorang Minah, gadis 18 tahun, yang di sekolahkan orang tuanya di akademi kesehatan di sebuah kota yang jauh dari tempat tinggal orangtuanya. Minah, gadis cantik, putih, dan berbadan kecil, dilahirkan dari seorang pensiunan karyawan pabrik karet yang tidak ternama, sedangkan ibunya seorang penjual gorengan, pinggir jalan, yang pembelinya tak lebih dari 10 orang sehari, dan usaha itulah yang membantu uang pensiunan ayah agar cukup untuk membiayai sekolah Minah, dan Minah pun menjadi mahasiswa yang nilainya tak terlalu buruk, bahkan masuk 10 besar.

    Tahun kedua Minah menjadi mahasiswa, layaknya remaja yang lain, Minah pun jatuh cinta, Minah tidak saja jatuh cinta, namun Minah juga di jatuhi banyak cinta, tapi Minah hanya jatuh cinta pada satu orang. Pria yang beruntung itu bernama somad (bukan nama sebenarnya). Somad gagah, terlihat baik, (biasalah pria jatuh cinta, memang biasanya berubah menjadi baik banget…….) dan pengangguran…..namun Minah yang lugu terpesona pada laki laki yang menurutnya baik ini, karena menurut Minah, dia mau melakukan apa saja buat Minah, (standard laki laki, buat ndapetin cewek,  biasanya dia rela melakukan apapun….) dan Minah pun benar benar jatuh cinta…..

Minah….oh….. Minah……

(lagi…)

November 18, 2009

Jangan takut bercermin, kawan…..

Filed under: Uncategorized — che11 @ 10:28 pm

Buruk rupa cermin dibelah

Jangan takut bercermin, kawan…..

    Awalnya, sebuah cerita yang saya tulis, telah mendapatkan izin dari tokoh yang saya ceritakan dalam cerita itu. Saya juga berjanji untuk menjaga agar cerita tersebut tidak membuat orang lain mengenal siapa tokoh dalamnya . Saya merubah beberapa setting tempat dan tidak menyebut nama sang tokoh utama, begitu juga nama peran2 yang lain. Sampai pada akhirnya tulisan blog itu mendapat banyak komentar dari pembaca. Ada yang baik ada yang tidak baik, bahkan ada yang mencela ada pula yang memuji. Sebenarnya komentar yang masuk, tidaklah cenderung menyalahkan tokoh dalam cerita maupun si penulis cerita. Mereka hanya berpendapat sesuai cara pandang mereka, yang menurut saya tidak ada salahnya. Tapi ternyata tidak menurut sang tokoh. …….

    Menurut sang tokoh yang mengirimnya lewat e-mail, dia tidak sanggup mendengar komentar yang ada. Seakan tidak berimbang dan menyalahkan dia. Dia tak mampu menerima kenyataan itu. Dia meminta saya menghapus tulisan saya itu. Bersujud pun dia mau, itu permohonannya pada saya. Dan saya pun melakukannya, bukan karena saya merasa bersalah, tapi lebih karena menghargai perasaan orang lain.

    Saya menghargai curahan hatinya. namun, yang sangat saya sayangkan dalam hal ini adalah, mengapa dia tidak sanggup mendengar dan menerima kritikan orang lain. Padahal itu hanya peristiwa masa lalu. Bukankah itu bisa di jadikan cermin, untuk menjadi pelajaran, pencerahan buat hidupnya ke depan nanti, buat perbaikan atas sikap dan tingkahnya, andai menurutnya itu salah, ataupun menurutnya itu benar.

 

Jangan takut bercermin kawan….

    Semua orang punya masa lalu. Jangan pejamkan mata, agar dia tak tampak lagi dalam kenangan. Padahal pengalaman pahit masa lalu, kesalahan masa lalu, bisa menjadi pelajaran buat anak cucu kita, bila kita mau dan mampu mengolahnya jadi cerita yang indah. Tak akan ada cerita jika tak ada peristiwa, teman…..Jadikan dia cermin mu kawan….hingga kau bisa bercermin darinya. Cerminan yang tampak dari peristiwa pahit masa lalu, akan menunjukan gambaran seutuhnya tentang peristiwa itu, akan memberikan banyak makna, hingga dapat mengambil pelajaran, sikap baru, memperbaiki apa yang salah, apa yang belum benar……..

 

Jangan takut bercermin, kawan…….

     Bak artis yang siap panggung, dia mematutkan wajahnya hampir sesering mungkin pada cermin, agar semakin hari semakin sempurnalah penampilannya. Akan dia lakukan apapun saat bercermin, dia oleskan dengan pewarna bibir, agar bibirnya merah merekah, dia tutup dahi yang lebar dengan poni, dia besarkan bola mata yang sipit dengan maskara. Karena setiap kali dia bercermin, nampaklah segala kekurangan dan kelebihannya. Setiap hari ia lakukan, agar setiap saat penampilannya akan lebih baik, bahkan mungkin akan menjadi trendsetter bagi orang lain, bagi banyak orang.  Apalah tidak lebih baik juga kita lakukan untuk hidup, bercermin akan kekurangan dan kelebihan yang kita dapat dan kita dengar. Jika ada kritikan bercerminlah, apa yang salah, apa yang tidak seharusnya ku lakukan, apa yang seharusnya  dilakukan….bercermin dan lihat kekurangan mu, perbaiki, tata, agar menjadi lebih baik, lebih benar dan lebih indah tampaknya…..jangan pula cermin kau belah……

 

Buat semua sahabatku……….

    Cerita di atas hanya sebuah contoh, contoh yang menginspirasi saya buat menulis, bahwa masih banyak orang yang takut bercermin pada kegagalan dan kesalahan pada masa lalu. Termasuk saya, karena ini juga nasehat buat diri saya. Banyak pengalaman masa lalu, yang seakan tanpa sadar saya eliminasi dalam pikiran saya, padahal andaikan saya mau bercermin, tentu segalanya akan lebih baik…Banyak contoh yang bisa kita jadikan cerminan. …

     Berceminlah pada kemulian Rasullulah SAW, pada ketegaran ayah, pada kesabaran ibu, pada fitnah yang pernah kita alami, pada kegagalan masa lalu, pada pahitnya hidup…..

Jangan takut bercermin, kawan……

 

                                                     ………cermin………………

                                                aku bercermin pada birunya laut

                                                pada langit

                                               pada malam

                                               pada hitam

                                              dan pada bulan…..

                                          dan akupun bercermin

                                          pada luka

                                         airmata

                                         dan dosa…

                                             tertundukku

                                             takut pada salahku

                                            pada naifku,lugu tak berilmu

                                            ampuni aku tuhan….

 

                                                                         (november 2009)

Tema: Banana Smoothie. Blog pada WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.