Lusi Novianti Weblog’s

Februari 7, 2009

"Manusia itu gak sama"

Filed under: Uncategorized — che11 @ 2:43 pm

Manusia itu gak ada yang sama. Jangan menilai dan melihat orang lain dari kacamata dan pemikiran kita sendiri. Manusia gak ada yang sama, jangan menilai orang lain dengan nilai takar kita sendiri, juga dengan timbangan rasa kita sendiri. Karena kita, manusia, gak sama, gak ada yang sama..baik dalam rasa, pola pikir, dan sikap. Tidaklah kita tahu siapa yang paling benar. Jadi jangan pernah menilai….Manusia itu gak sama…

Episode 1.

“Seorang wanita, cantik,wanita karir dan bekerja dilingkungan yang umumnya pria, wanita A, sedang dibicarakan oleh dua orang wanita B dan C. Wanita B dan C membicarakan dan menilai bahwa wanita A gak bener, karena wanita A terlalu sibuk,berteman dengan banyak laki-laki,pergi kesana-sini,kadang harus meninggalkan keluarga keluar kota. Segala yang negatif mereka ceritakan sampai hal terburuk. Cukup takjub saya mendengar cerita itu, karena teramat banyak nilai negatif tentang wanita A ini. Maka saya cari tahu tentang wanita B dan C, apa yang menjadi latar belakang mereka menilai wanita A bukan wanita Baik…inilah hasil investigasinya..

 

Wanita B, adalah seorang wanita yang telah menikah dua kali. Suami pertama seorang adalah orang yang tidak bertanggung jawab. menikah pada usia yang sangat muda, menjelang pernikahan kedua, wanita B telah tinggal serumah dengan pria lain, melakukan hubungan suami istri tanpa pernikahan, dan itu direstui oleh keluarga wanita B, sampai akhirnya mereka menikah.

Wanita C, adalah seorang wanita yang menikah, dikarenakan pada suatu malam didatangi sekumpulan orang, karena tamu laki-laki nya masih ada didalam rumahnya pada tengah malam. seminggu sesudah malam keramat itu mereka dipaksa menikah.

Mereka mempunyai latar belakang yang hampir sama, mereka menikah dengan laki-laki yang (mungkin) mereka  dekati dengan cara apapun dan menghalalkan segala cara…So begitu mereka melihat ada wanita lain yang bekerja dengan laki-laki, sering keluar kota. Maka tanpa mereka sadari mereka menilai wanita itu dengan cara mereka berpikir,dengan pola pikir mereka dan pasti akan mereka lakukan bila mereka berkesempatan jadi wanita A…

Padahal Manusia itu gak sama….jangan menilai bahwa dia sama dengan saya, kamu pasti sama dengan kita……

 

Episode 2.

Pada akhir masa jabatan saya, salah satu petugas inspektorat datang pada saya. Untuk memeriksa segala apa yang telah saya lakukan. Dengan tanpa mengerti tentang basa-basi saya menyatakan  “…… diperiksa segala sesuatunya karena saya akan meninggalkan jabatan saya,saya akan melanjutkan sekolah, dan mungkin saya gak ingin lagi menjabat apapun,karena saya gak suka menjadi pimpinan, saya gak suka harus memenej orang lain”. Saya mengungkapkan isi hati saya karena saya anggap mereka bijaksana menilai kalimat itu….ternyata:

Apa yang terjadi dengan kalimat saya itu, mereka tersinggung. Mereka memeriksa saya dengan pertanyaan yang rumit dan mempersulit saya..akhirnya sampailah alasan itu ke telinga saya..Alasan mereka saya munafik,sombong dan sok suci. Karena “mana ada orang yang gak pengen punya jabatan..

Mereka menilai saya dengan kacamata mereka,dengan pola pikir mereka,dengan alasan yang saya juga gak ngerti,karena saya gak punya konsep lain dikepala saya tentang hal ini. Padahal manusia itu gak sama…jika ada manusia yang berdusta,kan masih ada juga manusia yang jujur, jika ada manusia yang iklas juga masih ada manusia yang tidak iklas,…sekali lagi, manusia itu gak sama…jangan menilai bahwa dia sama dengan saya…kamu pasti sama dengan kita……

 

Manusia itu gak sama….

23 Komentar »

  1. pepatah mengatakan: jangan mengukur orang menggunakan ukuran baju kita, pasti nggak pas kan?
    Beda standar beda ukuran, itulah hidup……….

    Komentar oleh big sugeng — Februari 7, 2009 @ 3:54 pm

  2. Setuju banget mbak….rambut boleh sama hitam….pikiran pasti berbeda – beda…. :D

    Sungguh disayangkan jika masih ada orang yg berfikiran negatif seperti itu….semoga mereka sadar dengan apa yg telah diucapkannya…. :D

    Komentar oleh Fahrisal Akbar — Februari 7, 2009 @ 7:51 pm

  3. Orang inspektorat kok bawaanya begitu, ya. Suka curiga dan menghakimi orang. Suatu saat mereka akan kena batunya juga, siapa menanam kan menuai.
    Salam kenal, bu.

    Komentar oleh alris — Februari 8, 2009 @ 6:01 am

  4. Ma kasih banget komen nya…

    Komentar oleh che11 — Februari 8, 2009 @ 5:39 pm

  5. Terima kasih Alris…

    salam kenal kembali..

    Komentar oleh che11 — Februari 9, 2009 @ 11:28 am

  6. Apalagi pake baju Mas Sugeng, dijamin pasti kegedean……..

    Komentar oleh Ugik — Februari 9, 2009 @ 2:07 pm

  7. pake baju chandra aj … he ..

    Komentar oleh Chandra Saja — Februari 11, 2009 @ 10:49 am

  8. kayaknya ukuran mas candra hampir sama dengan ukuran saya (beda L nya 2 L, 3 L atau 4l?)

    Komentar oleh big sugeng — Februari 11, 2009 @ 11:09 am

  9. he …. masa ia, be canda nih ….

    Komentar oleh Chandra Saja — Februari 11, 2009 @ 11:15 am

  10. Serius Boss, pakainya L kan? Lha saya baju L4, kan cuma beda 4 nya

    Komentar oleh big sugeng — Februari 11, 2009 @ 11:38 am

  11. Serius Boss, pakainya L kan? Lha saya baju L4, kan cuma beda 4 nya, sama-sama L-nya

    Komentar oleh big sugeng — Februari 11, 2009 @ 11:38 am

    • mas…saya gak pernah bisa ngasih komen di blog mas…piye yo mas…

      Komentar oleh che11 — Februari 13, 2009 @ 1:25 pm

  12. He..he..he..he gak usah debat deh…tanpa baju candra atau mas sugeng….saya udah pake L…Lusi…klo gak pake L jadi usi kan…?

    Komentar oleh che11 — Februari 11, 2009 @ 2:42 pm

  13. disambung dikit, biasanya kalo L4 berlakunya 4 tahun, L2 2 tahun ….. he …. kayak sertifikasi barang jasa aj ..

    to mbak lusi : lagi sibuk ke purworejo ya, tetap semangat ya ..

    Komentar oleh Chandra Saja — Februari 11, 2009 @ 3:26 pm

  14. ???

    Siapa yang salah siapa yang bener……………

    Suatu hari di negeri seberang ada seorang lelaki paruh baya bernama ‘Nasruddin” dengan kegiatan rutinitas di depan rumah nya. Pada hari itu banyak anak-anak yang sedang bermain di depan rumahnya sehingga membuat bising dan riuh teriakan anak-anak kecil tersebut. Nasruddin merasa terganggu dengan ulah anak-anak tersebut, sehingga dia berusaha mencari akal bagaimana cara untuk mengusir mereka dari halaman rumahnya.

    Tak lama setelah berpikir Nasruddin menemukan cara untuk mengusir mereka dan Nasruddin yang tadinya berada didalam keluar menemui mereka. Nasruddin mendekati mereka dan berkata
    ” Hai anak-anak Pergilah ke lapangan kalian semua sambil menunjuk ke arah lapangan yang berada tak jauh dari rumahnya, disana ada orang kaya yang sedang membagi-bagikan roti buat kalian semua’.

    Anak2 yang tadinya riuh terdiam mendengar ucapan Nasrudddin, sambil memandang satu sama lainnya seakan akan mereka bertanya Benar atau Tidak dan tak lama kemudian tiba-tiba mereka berlari berhamburan meninggalkan Nasruddin.
    NAsruddin merasa senang karena telah berhasil mengelabui mereka dan dengan tenangnya Nasruddin melangkah ke dalam rumahnya.

    Tiba2 Nasruddin berpikir apa benar disana ada orang kaya yang sedang membagi-bagikan roti … Nasruddin semakin gelisah dan bertanya-tanya akhir nya Nasruddin pergi keluar rumahnya dengan tergopoh-gopoh menuju kelapangan yang dia maksudkan tadi…

    Sesampainya disana ia melihat … kebenaran dan kesalahan…………………………………………………….

    ( ______X¥______ )

    Komentar oleh xnamePleasecheckagain — Februari 12, 2009 @ 1:43 am

  15. Buat Candra…Ya makin semangat nih…ada “Tim Sukses” baru…Mas ugik, Wiwik (SIMKES), Akbar..mnyenangkan jalan ama wiwik…siap2, wiwik bakal jadi blogger…

    Buat Mr X….Mengapa tidak mengubah hati anda, mindsetting anda, agar hati anda menjadi nyaman dengan suara anak-anak itu, rasa nyaman atau tidak nyaman sebenarnya hanya masalah hati dan pikiran.
    jika itu yang anda lakukan maka anda tidak harus berbohong pada anak-anak itu…
    Anda sudah berdusta, dan akhirnya anda menjadi menyesal..
    Jika ingin rasa nyaman, jangan coba mengubah orang lain atau lingkungan, tapi rumah lah diri kita agar kita bisa menerima keadaan itu…..
    Sekedar opini…mudah2an mengurangi kebiasaannya untuk berbohong.karena berbohong itu, walau kecil,tapi termasuk dosa besar lho…..
    Take care…mr X

    Komentar oleh che11 — Februari 13, 2009 @ 11:52 am

  16. aiiihh. Ini pengalaman yang mengesankan dan jangan sampai berubah… prinsip.
    Pengalamanku nyaris serupa… hanya saja saya dalam posisi pemeriksa…. Bisa dibayangkan alur ceritaku ?
    Salam

    Komentar oleh limpo50 — Februari 22, 2009 @ 9:20 pm

  17. Pak Limpo..ceritakan, jika hal ini terjadi dari sudut pandang pemeriksa..saya tidak berani menduga-duga..takut salah..pikiran kita kan gak sama…

    Komentar oleh chee11 — Februari 23, 2009 @ 3:46 pm

  18. Iya… pemeriksa di periksa….
    Mbak Lusi kan selalu periksa orang juga.

    Komentar oleh sudarianto — Februari 25, 2009 @ 9:39 pm

  19. Tertarik jg saya membaca tulisan di atas, terutama yg epsd 1. Dalam hal ini sy melihat dua sudut pandang masalah. Pertama yg menjadi objek si A, dan yg menjadi subjek si B dan C. Untuk yg menjadi objek si A sy ingin komentari ( bolehkan bu???) sbb:

    Kebaikan dari perbuatan manusia akan menjadi banyak pendapat dan definisi dr setiap orang yg melihatnya. Tergantung dr mana dan karena apa org tersebut memandangnya. Kalau dah begini akan sulit bg kita utk menentukan apakah yg dilikukan seseorang itu baik atau buruk. Oleh karena itu harus ada standart atau rujukan yg mendefinisikan perbuatan itu baik atau buruk. Sehingga tdk ada lg perbedaan pendapat dalam melihat suatu masalah. Sepengetahuan saya BAIK dan BURUK perbuatan seseorang itu adalah “Segala apa yang dikatakan Baik oleh Allah dan Rasulnya maka itulah yg baik, dan apapun yg dikatakan Buruk oleh Allah dan Rasulnya maka itulah yg buruk”. Sehingga dg demikian kita dpt menyamakan persepsi apakah yg dilakukan si A tsb baik atau buruk, berdasarkan standart yg telah ada.

    Begitu jg utk si B dan si C. Mereka jg tdk bisa mengklaim si A ada melakukan ini dan itu, tanpa mendapatkan bukti2 yang valid ttg si A, ini bisa dikatakan menfitnah. Dlm hukum Islam, apabila kita sendiri memergoki org yg berzina, kita tdk boleh mengatakan/ menyebarluaskan perbuatan org yg kita pergoki, tanpa bisa mendatangkan saksi lainnya sebanyak 3 org. Ini artinya kita dilarang menyebarluaskan aib seseorang. Begitulah mulia Islam dlm menjaga harga diri manusia. Apalagi sampai menuduh orang lain melakukan ini dan itu tanpa bukti2 yg kuat. Hukum buatan manusia saja masih memegang azas praduga tak bersalah. Nah, hukum Allah yg telah 14 abad yg lalu diturunkan telah mengatur semua ini demi kemaslahatan umatnya…..

    demikian yg bisa sy komentari semoga bermanfaat.
    Jazakillahu khairan katsiran….

    Komentar oleh Eddy Perawang — Mei 12, 2009 @ 11:12 am

  20. terima kasih pak eddy,…benar, standard dan rujukan kita perbuatan Rasul…..

    Komentar oleh chee11 — Mei 16, 2009 @ 3:21 pm

  21. memang manusia itu tdk sama… abis klo sama susah sih bedainnya …….. :)

    klo suka baca2 ato diskusi ttg kematangan jiwa …
    coba deh lusy tengok di sabdalangit.wordpress.com….
    asyik lo…….

    good lucky 4 U.

    thx

    Komentar oleh liek wir — Juni 4, 2009 @ 9:56 am

  22. lama nggak nulis ??

    Komentar oleh limpo50 — Juni 4, 2009 @ 11:26 pm


Umpan RSS untuk komentar-komentar pada tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Tema: Banana Smoothie. Blog pada WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.