Lusi Novianti Weblog’s

Januari 8, 2009

Ketika jengkol berbuah

Filed under: Uncategorized — che11 @ 2:49 pm

DSC01168DSC01159DSC01180

Sudah lama sekali ingin menulis tentang monyet yang ada dihalaman samping rumah. Karena sebenarnya monyet-monyet ini menjadi pemandangan yang asyik dari teras atas rumah saya. Kebetulan di belakang rumah dan disamping rumah masih ada sedikit hutan yang menjadi tempat tinggal monyet-monyet yang tak banyak lagi ini..

Ada pohon jengkol liar dihutan samping rumah yang sebahagian dahannya masuk kehalaman belakang rumah. Nah..setiap pukul 10-12 siang,monyet-monyet akan bergelantungan di hutan belakang rumah,dan dipohon jengkol tersebut. Jadi mereka sangat dekat sekali. Mereka sama sekali tidak menggangu, apalagi jika kita tetap melakukan kegiatan, tanpa memperhatikan mereka secara khusus, monyet-monyet itu tidak akan pergi. Kadang induk monyet nampak sedang menggendong anaknya yang sangat kecil. Mereka juga bercengkerama dengan sesamanya.

Bila cuaca mendung, mereka semakin banyak dan berlompatan dari ranting ke ranting. Hutan disamping rumah seakan-akan digoyangkan oleh angin yang kencang. Mereka tidak lagi terganggu dengan ramainya lalulintas dijalan raya, lintas timur sumatera, karena hutan ini berbatas langsung dengan jalan raya.

Kadang saya berpikir sampai kapan mereka akan mampu bertahan, karena hutan disebelah rumah saya sebentar lagi akan dibangun ruko oleh yang empunya tanah. Habitat mereka akan hilang. Mungkin mereka akan mencari habitat baru, yang mungkin semakin sempit, atau mereka juga akan punah . Saya yakin sebentar lagi mereka hanya tinggal cerita. Saya jadi merasa sedih dan bahkan takut kehilangan. Bila dalam dua hari mereka tidak muncul, saya akan bertanya pada pengasuh anak saya, yang lebih sering dibelakang rumah, apakah dia melihat monyet hari ini? kalau dia bilang tidak, maka saya akan menunggu dengan harapan saya melihat salah satu dari monyet- monyet itu,  untuk meyakinkan saya mereka belum pergi jauh.

Dulu pada tahun 80-an, saya ingat di kampung halaman saya, kota Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, masih ada banyak sekali monyet dibelakang rumah nenek . Tapi sejak tahun 90-an mereka tak lagi bersisa satu ekorpun. Kini, rumah nenek saya ini  ,sudah termasuk kawasan  perkotaan. Sehingga  tak ada lagi hutan disana…

Mungkin monyet-monyet di tempat ini hanya akan bertahan untuk satu dua tahun lagi….mungkin cucu- cucu kita nanti melihat seekor monyet, sebagai hewan langkah yang aneh, layaknya  kita  melihat seekor dinosaurous saat ini…

PS : foto-foto yang di tampilkan gak terlalu baik, karena kamera saya gak punya lensa fokus. saya tidak bisa terlalu dekat dengan mereka…takut mengganggu…

7 Komentar »

  1. Sesama monyet dilarang saling komentar, he he…………..

    Komentar oleh Pramana — Januari 10, 2009 @ 9:50 am

  2. Cerita tentang jengkol, aku jadi nggak nafsu makan. Mungkin karena nggak biasa ya…..

    Tentang Lubuk Pakam kampung halaman dr.Uci ? selama ini saya kira dr. Uci orang padang. Aku keliru ya ?

    Komentar oleh sudarianto — Januari 10, 2009 @ 6:57 pm

  3. mungkin direkam pake video sj kali, biar kalo rindu mau lihat kenangan dengan nyemot2 diblakang rumah, bisa diputar tu video.

    Komentar oleh Chandra — Januari 10, 2009 @ 9:50 pm

  4. Waduh, saya paling gk sanggup alo hrs makan jengkol…. :D

    Komentar oleh Fahrisal Akbar — Januari 19, 2009 @ 5:06 pm

  5. Ci, sering gak bikin randang jariang (bhs minang). Lamak bana tu d randang jariangnyo. Kalo ndak namuu, kirim ka perawang sae jariangnyo…… Di Pakam ya jelas gak ada lg la monyetnya ci,., kan dah ganti ama PSDS… bravo traktor kuning…

    Komentar oleh Eddy Perawang — April 10, 2009 @ 2:32 am

  6. crita monyet, jengkol dan orang tua seakan2 hampir sama dengan apa yg aku alami dan rasakan……..
    uci mungkin lebih ngerti dari aku, eh aku kira slama ini kamu orang aceh. kliru dech ?

    Komentar oleh yongki zulkarnain — April 14, 2009 @ 7:43 am

  7. @eddy and yongki…..ma kasih ya….

    Komentar oleh che11 — April 15, 2009 @ 12:31 pm


Umpan RSS untuk komentar-komentar pada tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Tema: Banana Smoothie. Blog pada WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.